Liputan6.com, Jakarta - Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dimutasi dari jabatannya sebagai kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar). Posisinya digantikan Irjen Pol Jawari.
Djati mendapat penugasan sebagai perwira tinggi (Pati) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan khusus pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Penugasan baru ini terbilang cepat didapat Djati. Sebab, dia baru menjabat sekitar tiga bulan memimpin Polda Sumbar.
Advertisement
"Memang benar ada penggantian berdasarkan Surat Telegram Kapolri terbaru," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosy, dikutip Antara, Minggu (4/10/2026).
Penggantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Tak Mau Berspekulasi soal Mutasi
Menanggapi singkatnya masa jabatan Djati Wiyoto Abadhy, ia menjelaskan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk memenuhi kebutuhan institusi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Sebelum di Polda Sumbar, Djati menjabat Kapolda Kalimantan Utara.
Ia menegaskan mutasi tersebut tidak berkaitan dengan persoalan tertentu di lingkungan institusi kepolisian dan meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai alasan pergantian pimpinan Polda Sumbar.
Menurut dia, meski hanya menjabat sekitar tiga bulan, Djati telah menjalankan sejumlah program penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumbar.
Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal, pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta penindakan terhadap peredaran narkoba.
Selain itu, Djati juga meningkatkan penanganan dan mitigasi bencana di wilayah Sumbar, termasuk turun langsung memimpin penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok pada 21 September lalu.
Ia menyatakan dalam penanganan bencana tersebut, Djati mengawal langsung upaya personel Polri di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.
Berdasarkan surat telegram tersebut, Djati selanjutnya mendapat penugasan sebagai perwira tinggi (Pati) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan khusus pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).