Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong kalangan mahasiswa untuk mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan melalui ajang The Plantationpreneurs Festival 2026.
Program ini menyasar mahasiswa dari 30 perguruan tinggi yang tersebar di Jakarta, Medan, dan Makassar. Para peserta diajak mengembangkan gagasan usaha berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao melalui hilirisasi, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, hingga model bisnis kreatif.
Advertisement
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa.
"The Plantationpreneurs Festival 2026 tidak dirancang semata-mata sebagai kompetisi, tetapi sebagai rangkaian pembinaan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan ide, mendapatkan masukan, membangun jejaring, dan menguji potensi bisnisnya," ujar Pangihutan dalam keterangan tertulis Minggu (4/10/2026).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa pihak BPDP akan langsung melakukan penjaringan proposal usaha dari mahasiswa usai peluncuran program.
Selanjutnya, peserta terpilih akan mendapatkan masa inkubasi dan pendalaman bisnis sebelum memamerkan serta mempromosikan produk mereka dalam ajang festival puncak.
Dorong Nilai Tambah Komoditas
Helmi menambahkan, langkah ini diambil untuk memperluas cara pandang generasi muda terhadap potensi besar di sektor perkebunan nasional melalui penciptaan nilai tambah produk.
"Kami ingin semakin banyak anak muda yang melihat bahwa sektor perkebunan memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan. Tantangannya bukan hanya bagaimana menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah melalui kreativitas, teknologi, branding, dan model bisnis yang inovatif," ungkap Helmi.
Melalui rangkaian pembinaan ini, BPDP berharap dapat melahirkan wirausaha muda baru yang mampu mengolah produk turunan perkebunan serta mampu memperluas skala bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi.