5 Barter Terbesar Sepak Bola: Manuver Barcelona Kurang Efektif

Daftar lima pertukaran pemain terbesar sepanjang sejarah klub sepak bola.

oleh Wiwig PrayugiDiterbitkan 04 Oktober 2026, 22:00 WIB
6. Samuel Eto'o - Pria berusia 36 tahun ini pernah disingkirkan Guardiola dari Barcelona setelah bermain lima musim di sana. Lalu pemain asal Kamerun itu pindah ke Inter Milan dan langsung meraih treble winners bersama Mourinho. (AFP/Karim Sahib)

Liputan6.com, Jakarta - Pertukaran pemain pernah menjadi warna khas bursa transfer, saat dua klub saling menukar asetnya dan, bila perlu, melengkapinya dengan uang tunai. Pola ini tidak lagi sering terjadi, tetapi jejaknya meninggalkan beberapa kesepakatan paling besar dalam sejarah sepak bola Eropa.

Sejumlah klub papan atas memilih jalur barter untuk merampungkan negosiasi, dari Premier League hingga raksasa-raksasa Serie A dan La Liga. Dampaknya beragam: ada yang langsung menuai gelar, ada pula yang tak memenuhi ekspektasi.

Berikut lima pertukaran pemain bernilai besar yang pernah terjadi, dilansir dari Planet Football.


1. Zlatan Ibrahimovic-Samuel Eto'o

Kehebatannya di Inter Milan membuat Zlatan Ibrahimovic langsung diboyong oleh raksasa La Liga Spanyol, Barcelona. Namun kariernya mandek di negeri matador karena tidak cocok dengan strategi dari pelatih La Blaugrana, Pep Guardiola yang membuatnya dilepas ke AC Milan. (AFP/Lluis Gene)

Barcelona dan Inter Milan mencatat salah satu transaksi paling ikonik pada 2009 ketika Zlatan Ibrahimovic bergerak ke Camp Nou dan Samuel Eto'o menempuh arah sebaliknya. Kesepakatan itu bukan sekadar barter; Barcelona juga menyertakan dana sekitar 69,5 juta euro untuk Inter.

Ibrahimovic produktif pada musim tunggalnya di Barcelona, mencetak 22 gol dalam 46 laga dan membantu meraih gelar La Liga. Namun, hubungannya dengan Pep Guardiola tidak mulus, sehingga ia segera kembali ke Italia setelah satu musim.

Di sisi lain, Eto'o menjadi pilar kunci Inter asuhan Jose Mourinho. Pada 2009/2010, ia berkontribusi dalam treble bersejarah: menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, yang kian menegaskan daya tarik pertukaran ini dalam sejarah bursa transfer.


2. Miralem Pjanic-Arthur Melo, 2020

Miralem Pjanic direkrut oleh Barcelona dari Juventus pada tahun 2020 sebagai pertukaran dengan gelandang asal Brasil, Arthur. Saat ini, Pjanic dipinjamkan ke klub asal Turki, Besiktas. (AFP/Lluis Gene)

Pada 2020, Barcelona dan Juventus menuntaskan salah satu pertukaran bernilai finansial terbesar. Arthur dilepas ke Juventus dengan nilai resmi 80 juta euro, sementara Miralem Pjanic direkrut Barcelona dengan banderol sekitar 60 juta euro.

Besarnya angka membuat kesepakatan ini jadi sorotan, tetapi performa selepas transfer tak sejalan dengan ekspektasi. Pjanic hanya bertahan dua musim di Barcelona sebelum melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab bersama Sharjah.

Arthur juga kesulitan mengamankan posisi di Juventus. Gelandang Brasil itu kemudian menjalani masa pinjaman ke Liverpool dan Fiorentina. Alhasil, pertukaran ini lebih diingat karena nilainya ketimbang kontribusi kedua pemain di klub baru masing-masing.


3. David Luiz-Nemanja Matic, 2011

David Luiz. Bek tengah Brasil beruia 35 tahun yang sejak September 2021 membela Flamengo ini tercatat pernah memperkuat Chelsea dalam dua periode. Pada periode pertama ia didatangkan The Blues dari Benfica pada tengah musim 2010/2011 dengan nilai transfer 25 juta euro. Bertahan hingga akhir musim 2013/2014 ia total tampil dalam 143 laga di semua ajang dengan mencetak 12 gol. Sementara pada periode kedua setelah meninggalkan PSG, ia kembali membela Chelsea mulai 2016/2017 hingga 2018/2019 dan total tampil dalam 105 laga dengan mencetak 6 gol. (AFP/Kirill Kudryavtsev)

Chelsea dan Benfica menutup kesepakatan pada 2011 dengan mengirim David Luiz ke Stamford Bridge senilai sekitar 25 juta euro, sementara Nemanja Matic menjadi bagian paket menuju klub Portugal tersebut.

Lanjut Baca:

Dampaknya terasa cepat di London. Pada musim perdananya, Luiz ikut mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions. Dalam dua periode bersama The Blues, bek Brasil itu juga menambah dua trofi Liga Europa, dua Piala FA, dan satu gelar Premier League. Benfica turut diuntungkan. Matic berkembang pesat hingga akhirnya dipulangkan Chelsea pada 2014. Ia kemudian menjadi jangkar penting di lini tengah The Blues.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya