Liputan6.com, Jakarta - Nama Toyota Century selama puluhan tahun identik dengan kemewahan khas Jepang yang mengedepankan keanggunan, kenyamanan, serta kesan eksklusif tanpa tampil berlebihan.
Kini, Toyota tampaknya ingin membawa filosofi tersebut ke level yang lebih tinggi. Century diposisikan untuk keluar dari citra sebagai produk yang hanya beredar di pasar domestik Jepang atau Japanese Domestic Market (JDM), dan diarahkan menjadi merek ultra-mewah dengan jangkauan global.
Advertisement
Mengutip Autoevolution, Minggu (4/10/2026), strategi tersebut membuka jalan bagi Toyota Century untuk berhadapan langsung dengan pemain kelas atas Eropa seperti Rolls-Royce, Bentley, hingga Mercedes-Maybach.
Berbeda dengan tren kendaraan mewah yang semakin mengandalkan layar besar, teknologi digital, dan berbagai fitur elektronik, Century justru membawa pendekatan khas Jepang melalui craftsmanship atau keterampilan pengerjaan tingkat tinggi.
Saat ini, keluarga Century terdiri dari sedan yang mengusung mesin V8 hybrid serta Century SUV dengan sistem penggerak V6 plug-in hybrid (PHEV). Generasi terbaru Century SUV sendiri menjadi salah satu produk yang menegaskan ambisi Toyota di kelas ultra-mewah.
Langkah menuju pasar global sebelumnya telah mendapat sinyal melalui studi desain coupe Century yang diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2025.
Jika proyek tersebut berlanjut ke tahap produksi, Century berpotensi memiliki lini produk yang lebih luas sekaligus membuka pintu ke segmen grand tourer ultra-mewah.
Salah satu rumor yang paling menarik adalah kemungkinan penggunaan mesin V12 elektrifikasi pada versi produksi coupe tersebut. Namun, hingga kini informasi mengenai konfigurasi mesin itu masih sebatas spekulasi dan belum menjadi spesifikasi resmi Toyota.
Jika benar terealisasi, langkah tersebut akan menjadi kejutan besar. Pasalnya, Toyota memiliki sejarah dengan mesin V12 melalui Century generasi kedua yang menggunakan mesin 1GZ-FE 5,0 liter.
Untuk generasi ketiga, Century beralih menggunakan mesin V8 hybrid.
Transformasi Century menjadi merek ultra-mewah juga memiliki konsekuensi strategis bagi Lexus.
Dengan Century mengambil posisi di atas Lexus, merek premium Toyota tersebut dapat tetap berkonsentrasi pada pasar premium yang selama ini menjadi arena persaingannya, termasuk BMW dan Mercedes-Benz.
Sementara itu, Century dapat bermain di wilayah harga dan eksklusivitas yang jauh lebih tinggi, termasuk untuk konsumen yang mencari kendaraan dengan tingkat personalisasi serta pengerjaan lebih eksklusif.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan Toyota mempertahankan karakter Century yang berbeda dari merek premium konvensional.
Menariknya, ambisi ultra-mewah Century tidak serta-merta membuat harganya menyamai seluruh rival Eropa.
Di Jepang, Century SUV yang sebagian proses pembuatannya dilakukan secara hand-built dibanderol mulai sedikit di atas US$170.000. Jika menggunakan asumsi kurs sekitar Rp15.500 per dolar AS, angka tersebut setara dengan lebih dari Rp2,6 miliar.
Harga tersebut masih berada di bawah sejumlah pesaing Eropa. Bentley Bentayga disebut memiliki harga sekitar US$50.000 lebih tinggi, sedangkan Rolls-Royce Cullinan dapat terpaut hingga US$200.000.
Dengan demikian, Century menawarkan pendekatan berbeda: mempertahankan kemewahan dan eksklusivitas dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah rival ultra-mewah Eropa.
Mengandalkan Sentuhan Tradisional Jepang
Untuk merebut perhatian konsumen kelas atas dunia, Toyota tidak hanya mengandalkan ukuran besar dan teknologi.
Century justru membawa sejumlah elemen yang merepresentasikan budaya Jepang, termasuk penggunaan cat pernis Urushi dan kain tradisional Nishijin-ori pada interior.
Filosofinya adalah menghadirkan kemewahan yang tidak harus terlihat mencolok. Detail pengerjaan, material, kenyamanan penumpang belakang, serta presisi menjadi bagian penting dari identitas Century.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda dari sebagian kendaraan ultra-mewah modern yang semakin menonjolkan teknologi dan kemewahan visual.
Sinyal ekspansi global Century juga semakin terlihat dari perkembangan pasarnya.
Century SUV telah dipasarkan di beberapa wilayah, termasuk Timur Tengah dan China. Toyota Australia juga disebut sedang mengevaluasi kemungkinan menghadirkan Century di Negeri Kanguru tersebut.
Salah satu momen yang memperkuat ambisi tersebut terjadi ketika Chairman Toyota, Akio Toyoda, menghadiri acara Automotive Hall of Fame di Detroit, Amerika Serikat.
Alih-alih menggunakan kendaraan Lexus, Toyoda datang menggunakan Century SUV berkelir gelap.
Chief Technology Officer Toyota, Hiroki Nakajima, juga memberikan sinyal bahwa Century SUV memang diarahkan untuk pasar global. Menurut laporan Autoevolution yang mengutip Bloomberg, Toyota ingin mendapatkan masukan dari para pejabat industri otomotif di Detroit terkait kendaraan tersebut.
Jika strategi ini terus berjalan, Toyota Century bukan lagi sekadar sedan mewah khas Jepang yang selama puluhan tahun menjadi kendaraan simbol status di Negeri Sakura.
Century berpotensi berkembang menjadi identitas ultra-mewah Toyota yang berdiri sendiri dan membawa filosofi craftsmanship Jepang ke panggung otomotif dunia.