Liputan6.com, Jakarta - Jauh sebelum Apple menyematkan kamera variable aperture (bukaan lensa variabel) pada kamera utama iPhone 18 Pro, deretan produsen Android lain sudah lebih dulu menjajaki teknologi ini.
Dilansir BGR, Senin (5/10/2026), Samsung menjadi pelopor melalui Galaxy S9 dan S9+ pada 2018. Perusahaan lain seperti Huawei, Sony, dan Xiaomi turut mengikuti langkah tersebut.
Advertisement
Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur jumlah cahaya yang masuk secara manual guna menyesuaikan kedalaman bidang dan meningkatkan ketajaman foto.
Meski sebagian besar produsen akhirnya meninggalkan teknologi variable aperture karena kompleksitas biaya dan kerumitan perangkat keras, berikut merupakan sejumlah HP Android yang telah dilengkapi teknologi ini sebelum Apple mengadopsinya.
1. Samsung Galaxy S9
Samsung menjadi pionir ponsel pintar dengan fitur variable aperture melalui peluncuran Galaxy S9 pada Maret 2018. Mengusung pilihan apertur f/1.5 dan f/2.4, kamera 12MP milik S9 dirancang bekerja layaknya mata manusia yang beradaptasi otomatis pada berbagai kondisi pencahayaan.
Fitur ini mampu mengambil hingga 12 gambar sekaligus untuk mengurangi noise dan meningkatkan kontras, dilengkapi kemampuan perekaman Super Slow-mo 960 fps.
Samsung terus menghadirkan fitur bukaan lensa variabel pada seri Galaxy S20 dan Note 10 sebelum akhirnya dihentikan karena faktor biaya dan kompleksitas perangkat keras.
Meskipun sempat muncul rumor Galaxy S27 akan kembali membawa fitur tersebut, alasan-alasan di atas tetap menjadi pertimbangan Samsung tidak akan pernah menghadirkannya lagi.
2. Sony Xperia Pro-l
Melalui kemitraan dengan ZEISS, Sony merilis Xperia Pro-I yang dibekali sensor utama Exmor RS 1,0 inci beresolusi 12MP dengan opsi bukaan f/2.0 dan f/4.0.
Model ini ditenagai Snapdragon 888 menawarkan performa luar biasa dalam kondisi minim cahaya, rentang dinamis tinggi, efek bokeh alami, serta menjadi hp pertama yang mampu merekam video 4K pada 120fps.
Sayangnya, Sony tidak melanjutkan fitur ini pada generasi berikutnya dan memilih beralih ke teknologi true continuous optical zoom, menggunakan lensa telefoto yang menggerakkan elemen kaca di antara berbagai panjang fokus, seperti 85mm dan 125mm.
3. Huawei Mate 50 Pro
Dirilis pada 2022, Huawei menjadi perusahaan berikutnya yang memperkenalkan fitur bukaan aperture variabel dengan nama Ultra Aperture XMAGE Camera melalui Huawei Mate 50 Pro.
Teknologi ini memberikan penguna mode Profesional dengan 10 tingkatan bukaan lensa berbeda. Dipadukan bersama sensor RYYB 50MP berapertur f/1.4, lensa tersebut diklaim mampu menyerap cahaya 24% lebih banyak dibandingkan pendahulunya.
Berbeda dari Samsung, Huawei secara konsisten mempertahankan teknologi itu pada seri P60 Pro (2023), Pura 70 Pro (2024), hingga Pura 80 Ultra (2025), bahkan membawanya ke lini kelas menengah seperti seri Nova 13 Pro dan Nova 14 Pro.
4. Xiaomi 13 Ultra
Xiaomi membawa inovasi bukaan variabel lewat kolaborasi bersama Leica. Xiaomi 13 Ultra tahun 2023 hadir menggunakan mekanisme dua tingkat lalu disempurnakan menjadi bukaan stepless 10 bilah lewat model 14 Ultra.
Xiaomi menghilangkan variable aperture pada Xiaomi 15 Ultra demi memangkas bobot perangkat, meminimalkan risiko keausan komponen, serta berfokus pada resolusi telephoto gap dan pemrosesan tingkat piksel.
5. Honor Magic6 Pro
Pada 2024, Honor menjadi produsen ponsel pintar terakhir sebelum Apple menerapkan teknologi variable aperture melalui Magic6 Pro dengan mengusung kamera utama 50MP dengan bukaan fleksibel f/1.4 hingga f/2.0.
Perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 serta memadukan kemampuan fotografi mekanis dengan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendalam pada MagicOS 8.0.
Hingga saat ini, Honor terus mempertahankan fitur variable aperture fisik dua tingkat tersebut hingga model terbarunya, Magic7 Pro.