Sempat Macet Parah, Begini Kondisi Terkini Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Berdasarkan data operasional ASDP, aktivitas pengguna jasa masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

oleh HermawanDiterbitkan 03 Oktober 2026, 07:03 WIB
Mecet Horor di Ketapang- Gilimanuk Terurai, ASDP Tambah Kapal Bantuan

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi penyeberangan lintas Jawa–Bali melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk kembali normal. Hingga Jumat (2/10/2026) malam, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang tersisa sekitar 0,5 kilometer pada pukul 18.00 WIB. Sementara itu, arus lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk terpantau lancar.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan kapasitas pelayanan dengan menyesuaikan pola operasi kapal berdasarkan kondisi di lapangan.

"Kami terus memantau perkembangan arus kendaraan dan penumpang secara berkala. Perkembangan antrean yang semakin terkendali ini merupakan bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong secara masif," ujar Heru, Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data operasional ASDP, aktivitas pengguna jasa masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (30/9/2026), tercatat 19.101 penumpang dan 5.881 kendaraan menyeberang, atau meningkat 4,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Kamis (1/10/2026), pergerakan tercatat sebanyak 19.942 penumpang dan 5.745 kendaraan.

Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, ASDP mengoperasikan 27 kapal secara terintegrasi di sejumlah dermaga Pelabuhan Ketapang. Sebanyak lima kapal beroperasi di Dermaga MB 1, lima kapal di Dermaga MB 3, dan lima kapal di Dermaga MB 4.

 

Mecet Horor di Ketapang- Gilimanuk Terurai, ASDP Tambah Kapal Bantuan

Kapal Ditambah

ASDP juga menambah KMP Portlink VII untuk memberikan fleksibilitas kapasitas. Sementara itu, 12 kapal dioperasikan di Dermaga LCM.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan kelancaran arus penyeberangan bergantung pada sinergi lintas sektor, pengaturan distribusi kendaraan, serta pemanfaatan fasilitas dermaga secara optimal.

"Kami memahami bahwa kelancaran penyeberangan adalah kunci mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Karena itu, pengaturan operasional dibuat dinamis untuk menekan waktu tunggu pengguna jasa," ungkap Media.

ASDP berkomitmen terus memantau kondisi antrean, kapasitas dermaga, serta aspek keselamatan pelayaran di kedua sisi pelabuhan.

"Prioritas kami adalah memastikan layanan tetap aman, tertib, dan responsif. Seluruh sumber daya terus dioptimalkan demi menjaga kelancaran konektivitas Jawa-Bali," pungkasnya.

Mecet Horor di Ketapang- Gilimanuk Terurai, ASDP Tambah Kapal Bantuan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya