6 Opsi Taktik Hansi Flick untuk Gantikan Peran Raphinha

6 opsi taktik Hansi Flick untuk Barcelona menghadapi Getafe jika Raphinha absen. Gabriel Jesus hingga Lamine Yamal bisa menjadi solusi

oleh Asad ArifinDiterbitkan 02 Oktober 2026, 20:27 WIB
Selebrasi Raphinha usai mencetak gol ke gawang Sevilla, Minggu (20/9/2026) (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona berpotensi menghadapi persoalan komposisi lini depan ketika kompetisi klub kembali bergulir melawan Getafe pada 10 Oktober. Kondisi Raphinha menjadi perhatian utama setelah penyerang asal Brasil itu meninggalkan pemusatan latihan tim nasional karena mengalami ketidaknyamanan pada tubuhnya.

Raphinha belum dipastikan mengalami cedera serius, tetapi Barcelona tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah sang pemain kembali ke Ciutat Esportiva. Hasil pemeriksaan tersebut bakal menjadi penentu apakah ia cukup bugar untuk tampil menghadapi Getafe.

Jika masalah yang dialami Raphinha hanya berupa pembengkakan, Barcelona masih memiliki keyakinan sang pemain dapat pulih tepat waktu. Namun, situasinya berubah apabila pemeriksaan menemukan persoalan yang berisiko memburuk jika ia dipaksakan bermain.

Flick tentu tidak ingin mengambil risiko terhadap pemain yang sudah memberikan kontribusi besar musim ini. Raphinha telah mencatatkan 14 gol dan tiga assist, sehingga absennya pemain Brasil tersebut akan memaksa Barcelona menyiapkan alternatif dengan karakter yang berbeda.


Gabriel Jesus hingga Hamza Abdelkarim Bisa Jadi Solusi

Pemain Barcelona Gabriel Jesus bereaksi dalam laga Liga Spanyol antara Valencia vs Barcelona di Valencia, Spanyol, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Jika Raphinha harus beristirahat saat menghadapi Getafe, Flick sebenarnya sudah memiliki opsi berpengalaman dalam diri Gabriel Jesus. Penyerang yang didatangkan dari Arsenal pada musim panas ini tersebut dapat mengisi peran sebagai penyerang tengah.

Gabriel Jesus memang baru tampil dalam empat pertandingan resmi Barcelona musim ini dan seluruhnya dimulai dari bangku cadangan. Menit bermainnya juga masih terbatas, yakni 41 menit, tetapi ia mampu memaksimalkan kesempatan dengan mencetak dua gol saat menghadapi Racing Santander dan Feyenoord.

Catatan tersebut membuat Gabriel Jesus menjadi alternatif yang siap digunakan Flick ketika membutuhkan sosok penyerang tengah. Pengalaman pemain asal Brasil itu juga dapat menghadirkan karakter nomor sembilan yang lebih tradisional di pusat serangan Barcelona.

Opsi lain datang dari Hamza Abdelkarim yang memiliki pengalaman tim utama jauh lebih terbatas. Talenta muda asal Mesir itu baru mengoleksi empat menit bersama Barcelona, tetapi kepercayaan dirinya meningkat setelah mencetak gol internasional pertamanya untuk Mesir ketika menghadapi Sudan Selatan.


Anthony Gordon hingga Lamine Yamal Punya Karakter Berbeda

Penyerang Inggris Barcelona #17, Anthony Gordon, merayakan gol bunuh diri bek Prancis Rayo Vallecano #24 Florian Lejeune selama pertandingan liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 1 September 2026. (Lluis GENE/AFP)

Kedalaman lini serang membuat Flick tidak harus mencari pengganti Raphinha dengan pemain yang memiliki karakteristik identik. Bahkan sebelum musim dimulai, pelatih asal Jerman tersebut sudah mempertimbangkan sejumlah solusi alternatif untuk posisi penyerang tengah.

Lanjut Baca:

Anthony Gordon menjadi salah satu opsi karena memiliki fleksibilitas taktis dan pengalaman bermain di posisi tersebut. Pemain timnas Inggris itu bahkan sudah masuk dalam pertimbangan ketika Flick berdiskusi dengan Raphinha mengenai kemungkinan sang pemain Brasil beroperasi sebagai penyerang tengah. Karim Adeyemi juga dapat menjadi alternatif, meski saat ini penyerang asal Jerman tersebut tidak masuk dalam rencana Flick untuk dimainkan sebagai pemain tengah. Sementara itu, Dani Olmo dan Fermin Lopez menawarkan pendekatan berbeda melalui intensitas, pressing, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan menyerang ruang berbahaya di kotak penalti. Lamine Yamal menjadi opsi lain yang menarik, meski peluangnya saat ini lebih kecil karena kekuatan utamanya tetap berada di sayap kanan. Dari posisi tersebut, Yamal dapat mengisolasi bek lawan dan memaksimalkan kemampuan dribel serta kreativitasnya untuk mengubah jalannya pertandingan. Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya