Liputan6.com, Jakarta - Nama Nissan Terrano yang pernah menghiasi jagat otomotif pada era 1990-an hingga 2000-an bakal kembali ke panggung. Nissan telah mengonfirmasi rencana menghadirkan kembali nama legendaris tersebut melalui generasi terbaru SUV 4x4 Nissan Terrano.
Nissan sebelumnya telah memperkenalkan Terrano PHEV Concept dalam ajang Auto China 2026 di Beijing. Konsep tersebut menjadi penanda kembalinya nama Terrano sekaligus bagian dari strategi Nissan memperluas jajaran kendaraan elektrifikasi. Versi produksi dijadwalkan diperkenalkan dalam waktu satu tahun setelah debut konsep.
Advertisement
Mengacu pada laporan AutoIndustriya, Sabtu (3/10/2026), generasi terbaru Nissan Terrano akan mengambil pendekatan berbeda dibandingkan SUV perkotaan modern. Model ini dikembangkan sebagai SUV yang mengutamakan kemampuan off-road dan daya tahan untuk menghadapi berbagai medan.
Nissan Terrano terbaru akan hadir dengan konfigurasi lima penumpang. Karakternya diarahkan sebagai kendaraan tangguh yang mengedepankan kemampuan menjelajah medan berat, bukan sekadar SUV bergaya crossover.
Pendekatan tersebut sejalan dengan warisan Nissan di segmen kendaraan off-road. Terrano PHEV Concept sendiri disebut Nissan mengusung warisan kemampuan off-road sekaligus dirancang untuk memenuhi kebutuhan aktivitas luar ruang dan penggunaan sehari-hari di perkotaan.
Menariknya, sistem penggerak Terrano tidak sekadar mengandalkan teknologi elektrifikasi. Nissan disebut mempertahankan sistem 4x4 mekanis dengan penggerak melalui poros atau drive-shaft.
Arsitektur tersebut memiliki hubungan dengan kendaraan Nissan yang dikembangkan bersama mitra di China, termasuk Frontier Pro atau Navara Pro. Model tersebut menjadi salah satu produk yang dipersiapkan Nissan untuk pasar global sebagai bagian dari strategi ekspor kendaraan yang dikembangkan di China.
Penggunaan sistem penggerak mekanis juga memberikan karakter berbeda dibandingkan sistem AWD yang sepenuhnya mengandalkan motor listrik. Untuk kendaraan yang ditujukan menghadapi medan berat, konfigurasi tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan mobil ketika digunakan di luar jalan beraspal.
Dari sektor dapur pacu, Nissan Terrano terbaru disebut akan tersedia dalam tiga pilihan powertrain. Salah satu yang menjadi perhatian adalah teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kehadiran teknologi PHEV pada Terrano bukan hal yang mengejutkan. Nissan sudah memperkenalkan Terrano PHEV Concept sebagai kendaraan yang memadukan teknologi plug-in hybrid dengan kemampuan off-road.
Selain versi elektrifikasi, Terrano juga diproyeksikan tersedia dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).
Pilihan mesin konvensional tersebut menjadi penting untuk pasar yang masih mengandalkan kendaraan bermesin bensin maupun diesel, terutama wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang berbeda-beda.
Nissan sendiri diketahui masih mempertahankan kendaraan bermesin konvensional pada sejumlah pasar. Di Indonesia, misalnya, Nissan Navara PRO-4X masih menggunakan mesin diesel 2,5 liter turbo dengan tenaga 190 PS dan torsi maksimum 450 Nm serta sistem penggerak 4WD.
Bidik Pasar Asia Tenggara
Kehadiran Nissan Terrano generasi terbaru juga berpotensi menarik perhatian pasar Asia Tenggara. Filipina menjadi salah satu negara yang sudah mendapatkan kendaraan Nissan yang dikembangkan di China.
Pada 2026, Nissan membawa Navara Pro Plug-in Hybrid dan Primera EV ke Filipina sebagai bagian dari strategi "From China". Nissan menyebut China akan berperan sebagai pusat pengembangan dan ekspor sejumlah model ke pasar global.
Dengan karakter Terrano yang menggabungkan kemampuan off-road dan teknologi elektrifikasi, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang berpotensi menjadi pasar penting.
Meski demikian, detail mengenai negara tujuan ekspor Terrano serta kemungkinan kehadirannya di Indonesia masih menunggu pengumuman resmi Nissan.
Nissan belum membuka seluruh informasi mengenai spesifikasi teknis Terrano versi produksi. Detail seperti kapasitas mesin, konfigurasi motor listrik, kapasitas baterai, tenaga, torsi, hingga kemampuan off-road masih menjadi informasi yang dinantikan.
Yang sudah dikonfirmasi Nissan, versi produksi Terrano akan mengikuti konsep yang diperkenalkan di Auto China 2026 dan dijadwalkan hadir dalam waktu satu tahun.
Sejumlah laporan otomotif juga menyebut Nissan tengah melakukan pengujian terhadap prototipe Terrano produksi. Hal tersebut mengindikasikan proses pengembangan SUV 4x4 tersebut terus berjalan menuju tahap peluncuran.
Jika jadwal tersebut berjalan sesuai rencana, nama Nissan Terrano akan kembali menghiasi pasar SUV setelah lama menghilang.
Kembalinya nama legendaris ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Nissan mencoba menggabungkan karakter 4x4 konvensional dengan teknologi elektrifikasi melalui sebuah SUV yang disiapkan untuk menghadapi medan berat.