Jose Mourinho Masih Mencari Duet Gelandang Ideal Real Madrid

Real Madrid belum menemukan duet gelandang ideal setelah delapan pertandingan. Jose Mourinho masih mencari partner Federico Valverde di lini tengah.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 12:58 WIB
Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (kanan), berbicara dengan bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, selama pertandingan persahabatan pramusim antara Real Madrid dan ACF Fiorentina di Klagenfurt, Austria pada 1 Agustus 2026. (WOLFGANG JANNACH/APA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid menghadapi persoalan di lini tengah setelah Jose Mourinho belum menemukan duet gelandang yang benar-benar konsisten dalam delapan pertandingan. Federico Valverde menjadi satu-satunya pemain yang hampir selalu dipercaya, tetapi partnernya terus berganti.

Situasi tersebut ikut memengaruhi kelancaran serangan Real Madrid. Minimnya variasi dalam membangun permainan membuat komposisi lini tengah menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditemukan solusinya.

Dalam delapan pertandingan, Mourinho sudah menggunakan empat kombinasi double pivot dan mencoba tujuh komposis lini tengah secara keseluruhan. Namun, belum ada satu pun pasangan yang mampu memberikan keseimbangan ideal bersama Valverde.


4 Double Pivot dalam 8 Pertandingan

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Valverde sejauh ini menjadi pemain yang paling sulit tergantikan di lini tengah. Perubahan justru terjadi pada pemain yang mendampinginya dalam skema double pivot.

Aurelien Tchouameni menawarkan kekuatan dalam bertahan dan duel fisik. Namun, kemampuan mengontrol penguasaan bola serta membawa permainan ke depan bukan menjadi atribut terkuatnya sehingga kombinasi dengan Valverde belum sepenuhnya seimbang.

Eduardo Camavinga memberikan profil yang berbeda. Akan tetapi, Mourinho belum menunjukkan kepercayaan penuh kepada gelandang asal Prancis tersebut karena baru dua kali menjadi starter musim ini.


Bernardo Silva Belum Menjadi Jawaban

Pemain Real Madrid Bernardo Silva (kiri) dan Kylian Mbappe merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Real Madrid sebenarnya sudah berupaya mencari gelandang yang mampu mengontrol sekaligus mengarahkan permainan pada bursa transfer musim panas. Klub kemudian mendatangkan Bernardo Silva, tetapi karakteristiknya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tersebut.

Bernardo memiliki kualitas teknis yang bisa membantu Real Madrid menguasai pertandingan. Visinya serta kemampuan bermain di antara lini berpotensi memberikan kreativitas tambahan dalam membangun serangan.

Akan tetapi, tuntutan fisik dalam peran double pivot membuat posisi tersebut tidak mudah dijalankan Bernardo. Ia juga belum mampu mengamankan tempat sebagai starter reguler di bawah Mourinho.


Thiago Pitarch Bisa Mendapat Kesempatan

Thiago Pitarch Pinar dan Jeremy Doku berebut bola dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City di Santiago Bernabeu, 12 Maret 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Situasi tersebut membuka peluang bagi Thiago Pitarch untuk menjadi opsi baru. Gelandang muda itu belum tampil karena mengalami cedera sehingga Mourinho belum memiliki kesempatan menilainya dalam pertandingan kompetitif.

Kembalinya Pitarch setelah jeda internasional dapat memberikan alternatif berbeda bagi Real Madrid. Berbeda dari kandidat lainnya, Mourinho belum bisa menilai kemampuannya karena faktor cedera, bukan karena sudah mendapatkan kesempatan bermain yang kemudian tidak berhasil.

Pitarch juga belum tentu langsung menyelesaikan persoalan lini tengah Real Madrid. Namun, kehadirannya memberikan profil baru yang bisa diuji Mourinho ketika kompetisi kembali bergulir.

Sumber: Madrid Universal


Klasemen

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya