IBL 2027 Pertahankan Format Home-Away, Pemain Asing Maksimal Dua

IBL 2027 dipastikan akan tetap memakai format kandang dan tandang. Namun ada perbedaan soal jumlah pemain asing.

oleh ThomasDiterbitkan 02 Oktober 2026, 13:00 WIB
Rapat Owner klub IBL dihadiri Perbasi

Liputan6.com, Jakarta - Indonesian Basketball League (IBL) terus mematangkan persiapan menuju musim 2027. Salah satu keputusan yang mengemuka adalah mempertahankan format kompetisi home and away serta mengarahkan perubahan regulasi pemain asing.

IBL bersama para pemilik klub menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah agenda strategis terkait penyelenggaraan kompetisi musim depan. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP PERBASI Budi Djiwandono.

Format home and away menjadi salah satu poin yang disepakati untuk tetap dilanjutkan. Sistem ini dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan klub berbasis kota sekaligus memperkuat hubungan dengan para penggemar di daerah masing-masing.

Sejumlah klub merasakan langsung manfaat dari sistem tersebut. Rajawali Medan, misalnya, melihat pertumbuhan basis penggemar basket di Medan seiring meningkatnya jumlah penonton yang hadir langsung ke arena pertandingan.

"Fan base di Medan sudah mulai terbentuk. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penonton yang datang langsung ke venue pada musim 2026. Dengan berlanjutnya format home & away, kami berharap hubungan antara klub dengan masyarakat dan penggemar basket di Medan dapat semakin kuat," ujar perwakilan Rajawali Medan, Erwin.

Hal senada disampaikan perwakilan Bogor Hornbills, Leo Gautama. Menurutnya, format home and away membuka peluang lebih besar bagi perkembangan basket di berbagai daerah.

"Home & away merupakan suatu kemajuan yang bagus bagi semua. Sistem ini membuka kemungkinan yang lebih besar terhadap perkembangan basket di daerah. Karena itu, menurut kami sistem ini harus dipertahankan," kata Leo.


Penonton IBL Meningkat

Keputusan mempertahankan format home and away juga sejalan dengan perkembangan jumlah penonton IBL. Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah sebelumnya menyebut jumlah penonton meningkat hingga 400 persen dibandingkan ketika kompetisi masih menggunakan format series.

Format home and away telah diterapkan sejak 2023. Sistem tersebut memungkinkan setiap klub memainkan pertandingan di kandang sendiri sehingga memiliki kesempatan lebih besar membangun kedekatan dengan komunitas dan pendukung lokal.

Dari sisi jumlah pertandingan, IBL juga mengalami perkembangan signifikan. Kompetisi yang sebelumnya digelar dalam format series dengan sekitar 28 pertandingan dalam tujuh hari, kini berkembang menjadi sekitar 150 pertandingan dalam satu musim.

Lanjut Baca:

Selain format pertandingan, regulasi pemain asing menjadi pembahasan penting dalam persiapan IBL 2027. IBL dan klub mengarahkan penggunaan maksimal dua pemain asing untuk setiap klub pada musim depan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bermain yang lebih besar bagi pemain lokal. Dengan meningkatnya menit bermain pemain Indonesia, IBL berharap kualitas dan perkembangan pemain muda juga ikut terdongkrak. Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan memperluas pilihan pemain berkualitas yang dapat memperkuat Timnas Basket Indonesia di berbagai ajang regional maupun internasional. Perwakilan Rajawali Medan menyatakan klub siap mengikuti kebijakan tersebut. "Terkait penggunaan dua pemain asing, kami akan mengikuti kebijakan yang telah disepakati bersama. Harapannya, kebijakan ini dapat memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pemain lokal untuk berkembang sekaligus mendukung prestasi Tim Nasional Indonesia," ujar Erwin. Meski arah kebijakannya telah disepakati, aturan teknis terkait implementasi penggunaan pemain asing masih akan dirumuskan lebih lanjut oleh IBL bersama klub. Pembahasan tersebut antara lain mencakup mekanisme pergantian pemain asing serta ketentuan teknis lain yang akan berlaku sepanjang musim 2027.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya