Kata Upi Avianto soal Peran Derby Romero di Film Dewi Siluman Ular: The New Fedi Nuril!

In this economy, Upi Avianto juga berpesan agar memandang karakter Derby Romero di Film Dewi Siluman Ular bukan sebagai contoh tetapi pelajaran.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 02 Oktober 2026, 16:13 WIB
Upi Avianto, memegang mic dalam konferensi pers trailer & poster film Dewi Siluman Ular yang diselenggarakan di kawasan Jakarta pada (1/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Liputan6.com, Jakarta - Konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular dilangsungkan di kawasan Jakarta pada Kamis (1/9/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh para cast dan penulis skenario yakni Upi dan Ayu Anggraini Putri.

Dalam kesempatan itu, Upi menceritakan sedikit tentang proses yang dialaminya termasuk saat ia mendengarkan Kisah Nyata Pernikahan Manusia dengan Jin di Podcast Prasodjo Muhammad yang jadi dasar dari Dewi Siluman Ular. Bagi Upi, film terbaru yang ia tulis ini merupakan horror yang familiar untuk rakyat.

“Kalau saya tuh sebenarnya justru ketika pertama kali eh lihat cerita ini di podcast, saya merasa ini tuh horor yang Indonesia banget. Ini horor rakyat, horor yang lahir dari orang-orang putus asa, orang-orang yang kehilangan harapan gitu. Horor yang secara emosional dekat banget sama masyarakat kita gitu,” ucap Upi.

Dari podcast itu, Upi menemukan ide baru untuk menjadikan sosok Dewi Siluman Ular sebagai ikon horror di masa sekarang layaknya Nyi Roro Kidul ataupun Nyi Blorong yang terkenal.

“Yang menariknya lagi, zaman dulu kita tahu ada Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong gitu. Sekarang kita udah enggak punya ikon-ikon horor itu lagi. Makanya ketika ada Dewi Siluman Ular, saya pikir ‘oh ini bisa jadi ikon baru film horor Indonesia’,” tuturnya.

 


Dewi Siluman Ular Horror yang Membumi

Upi Avianto, memegang mic dalam konferensi pers trailer & poster film Dewi Siluman Ular yang diselenggarakan di kawasan Jakarta pada (1/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Menambahkan perkataannya, ia menilai film tersebut familiar dengan keadaan masyarakat sehingga memungkinkan masyarakat untuk merasa apa yang karakter Dedi rasakan.

“Secara cerita juga dekat dengan masyarakat kita, secara emosional juga. Ini horor yang sangat grounded sebenarnya. Kalau kita nonton, pasti bisa merasakan apa yang Dedi rasakan. Bukan cuma horor yang menakut-nakuti, tapi secara rasa, emosional, psikologis kita kayaknya paham dengan apa yang Dedi ambil. Kenapa dia memutuskan seperti itu,” tambah Upi.

 


Jangan Sampai Jadi Contoh!

Meski dekat dan memungkinkan masyarakat paham dengan keputusan yang diambil karakter Dedi, Upi juga menyelipkan pesan untuk mengajak penonton agar memandang Dedi bukan sebagai contoh tetapi pelajaran.

“Mungkin in this economy, film ini semoga jangan jadi contoh sih. Maksudnya jangan jadi contoh apa yang si Dedi lakukan, tapi setidaknya menjadi contoh bahwa ‘oh aku tidak akan melakukan itu’ gitu,” pesan Upi.

 


Kata Upi soal Karakter Derby Romero

Upi Avianto, memegang mic dalam konferensi pers trailer & poster film Dewi Siluman Ular yang diselenggarakan di kawasan Jakarta pada (1/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Rasa takut kehilangan keluarga tercinta berefek kepada kewarasan Dedi. Di ujung keputusasaan akibat teror utang dan biaya rumah sakit lantaran istrinya harus menjalani operasi caesar, Dedi memilih jalan pintas mistis dengan menikah dengan siluman ular tanpa peduli harga mengerikan yang harus dibayar kemudian.

Plot pernikahan mistis ini mengantar Dedi pada situasi poligami yang ekstrem yakni memiliki tiga istri, salah satunya adalah sosok jin. Berangkat dari situ, Upi menyebut bahwa Derby Romero adalah versi baru dari karakter ikonik yang dibawakan Fedi Nuril.

“Kalau buat aku tuh sekarang Derby itu adalah the new Fedi Nuril, Fedi Nuril istrinya masih manusia, dia ada jin,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya