Ribuan Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Lakukan Ritual Talmud hingga Menari

Hampir 1.900 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan Makam Yusuf, melakukan ritual Talmud.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Oktober 2026, 13:00 WIB
Masjid Al-Aqsa menjadi salah satu masjid suci umat Islam, selain Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid di Yerusalem Timur itu turut menjadi saksi dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. (AHMAD GHARABLI/AFP)

Liputan6.com, Yerusalem - Hampir 1.900 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis. Sementara itu, ratusan pemukim lainnya menerobos masuk ke kompleks Makam Yusuf di bagian timur Nablus, Tepi Barat, dengan perlindungan ketat dari militer Israel.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (2/10/2026), Departemen Wakaf Islam Yerusalem menyatakan, sebanyak 1.895 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa. Dari jumlah tersebut, 1.195 orang masuk pada pagi hari dan 700 lainnya setelah salat Zuhur.

Foto dan video yang diunggah para pemukim menunjukkan mereka melakukan ritual dan doa Talmud, termasuk sujud massal, serta bernyanyi dan menari.

Praktik tersebut melanggar status quo yang telah berlaku sejak sebelum Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.

Berdasarkan pengaturan yang telah berlangsung lama itu, Departemen Wakaf Islam Yerusalem, yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania, memiliki tanggung jawab eksklusif untuk mengelola seluruh kompleks Masjid Al-Aqsa seluas 144 dunam atau 35,6 acre sebagai tempat ibadah umat Islam.

Mesir mengecam penyerbuan tersebut serta praktik provokatif dan ritual keagamaan di dalam kompleks masjid. Kairo juga memperingatkan adanya upaya untuk mengubah status quo dan memaksakan realitas baru di situs suci tersebut.

“Mesir menegaskan perlunya mempertahankan status quo historis dan hukum di tempat-tempat suci Yerusalem,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa pengaturan yang berlaku saat ini merupakan “pilar mendasar untuk menghindari meningkatnya ketegangan”.

Kairo memperingatkan bahwa pelanggaran yang berulang akan semakin meningkatkan ketegangan serta mengancam keamanan dan stabilitas di wilayah Palestina yang diduduki maupun kawasan yang lebih luas.

Kelompok-kelompok sayap kanan ekstrem Israel sebelumnya menyerukan penyerbuan massal ke Masjid Al-Aqsa selama perayaan Sukkot, yang dimulai pada Sabtu dan berlangsung hingga Jumat.

Menurut Departemen Wakaf Islam Yerusalem, lebih dari 1.500 pemukim menyerbu masjid tersebut pada Minggu, disusul 1.700 orang pada Senin, lebih dari 1.400 orang pada Selasa, dan lebih dari 2.400 orang pada Rabu.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Sementara itu, umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Bukit Bait Suci dan mengklaim bahwa lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

 

Ratusan Pemukim Israel Masuk Makam Yusuf

Ratusan pemukim Israel juga menyerbu “Makam Yusuf” di bagian timur Nablus, Tepi Barat yang diduduki, pada Kamis dini hari. Mereka melakukan ritual Talmud dengan perlindungan ketat dari pasukan Israel, menurut sumber-sumber resmi.

Kendaraan militer Israel memasuki wilayah timur Nablus dan memaksa warga yang tinggal di rumah-rumah di sekitar lokasi untuk mengungsi, lapor kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Rumah-rumah tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi barak militer. Penembak jitu Israel juga ditempatkan di atap sejumlah rumah, menurut sumber yang dikutip Wafa.

Bus-bus yang membawa ratusan pemukim menerobos masuk ke bagian timur kota dan menuju “Makam Yusuf”. Di lokasi tersebut, mereka melakukan ritual Talmud, menurut laporan itu.

Penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa semakin intensif sejak dimulainya hari-hari raya Yahudi, dengan perlindungan ketat dari polisi Israel dan pengetatan langkah-langkah keamanan di seluruh Yerusalem.

Periode hari raya tersebut dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12–13 September, dilanjutkan Yom Kippur pada 21–22 September. Perayaan Sukkot berlangsung pada 26 September hingga 2 Oktober, kemudian diikuti Simchat Torah pada 3 Oktober.

“Makam Yusuf” terletak di tepi timur Nablus, wilayah yang berada di bawah kendali Palestina, dan merupakan salah satu lokasi paling rawan ketegangan di Tepi Barat.

Sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967, umat Yahudi menganggap situs tersebut sebagai tempat suci dan meyakini bahwa jasad Nabi Yusuf, putra Yakub, dimakamkan di sana.

Namun, para arkeolog membantah klaim tersebut. Mereka menyatakan bahwa situs itu baru berusia beberapa abad dan kemungkinan merupakan makam seorang syekh Muslim bernama Yusuf Dweikat.

Warga Palestina menyatakan bahwa Israel selama beberapa dekade telah meningkatkan langkah-langkah yang bertujuan untuk melakukan Yudaisasi di Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk di Masjid Al-Aqsa, serta menghapus identitas Arab dan Islam di kota tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya