Penjelasan John Herdman Soal Perubahan Tambahan Waktu, Ada Faktor Wasit

Timnas Indonesia melaju ke final usai membantai Bangladesh 9-2. John Herdman mengungkap momen perubahan tambahan injury time.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 00:24 WIB
Striker Timnas Indonesia, Micthell Baker, tampil apik saat melawan Bangladesh dalam laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memastikan tempat di partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menutup perjalanan Grup A dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Hasil ini mengukuhkan Skuad Garuda sebagai juara grup.

Pelatih asal Inggris, John Herdman, meluapkan rasa bangganya. Ia menilai para pemain tampil dengan komitmen penuh untuk negara sepanjang turnamen.

Mitchell Baker mencuri sorotan lewat lima gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Tiga poin lain lahir dari sumbangan Rizky Ridho (32), Justin Hubner (45+1), Luke Vickery (90), dan Kevin Diks (90+6). Kemenangan besar ini menutup fase grup dengan solid sekaligus mengantar Indonesia ke final.


Perubahan Waktu Tambahan di Penghujung Laga

Pemain Timnas Indonesia Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan setelah memborong lima gol saat menghadapi Bangladesh pada pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh. (KLY/Budy Santoso)

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Herdman yang berusia 51 tahun ditanya soal situasi di menit-menit akhir. Ia menyinggung papan tambahan waktu yang awalnya menunjukkan dua menit, kemudian diprotes para pemain Indonesia dan akhirnya bertambah menjadi lima menit.

"Ya, saya tidak begitu pasti. Ketika mereka mengangkat papan dua menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan. Pasalnya, telah terjadi beberapa kali pengecekan VAR," ujar Herdman.

Herdman menyebut dirinya sempat meminta klarifikasi langsung kepada ofisial keempat di tepi lapangan.

"Jadi, ketika menanyakan kepada ofisial keempat, 'Apakah ini sebuah kesalahan?', dia menjawab, 'Ya.' Tetapi pada saat itu, lawan mencetak gol. Para pemain kebingungan dan kehilangan fokus," ungkap Herdman.

Meski sempat terganggu oleh momen tersebut, Herdman menekankan bagaimana timnya segera kembali ke jalur yang benar.

"Dan saya pikir itu momen yang sangat sulit bagi kami, tetapi kemudian menyaksikan anak-anak ini meresponsnya, respons mereka sungguh luar biasa," tuturnya.


Latihan Cetak Tiga Gol dalam 37 Detik

Herdman juga membagikan cerita dari sesi latihan sehari sebelum laga. Dalam simulasi drill, ia menantang para pemain untuk menghitung berapa banyak gol yang bisa dicetak dalam durasi sangat singkat.

"Kemarin dalam sesi latihan, kami melakukan simulasi latihan drill, dan saya bertanya kepada mereka, 'Berapa gol yang bisa kita cetak dalam 30 detik?' Mereka menjawab tiga. Saya bilang tidak mungkin ada peluang. Ternyata tiga gol tercipta dalam 37 detik," papar Herdman.

Menurutnya, episode itu menggambarkan keyakinan dan determinasi yang kini tertanam di ruang ganti. Hal serupa ia lihat kembali di pertandingan ini.

"Mereka percaya. Dan terlepas dari keputusan wasit atau apa pun itu, setiap orang bisa berbuat salah, tetapi Anda memiliki sekelompok pria yang begitu berkomitmen untuk negaranya. Ini dua pertandingan berturut-turut di mana mereka mati-matian di lapangan demi negara ini. Saya bangga. Benar-benar bangga," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya