DPRD Depok Bongkar Temuan di Puskesmas Tapos Usai Insiden Ibu Hamil

DPRD Kota Depok bakal cek semua fasilitas puskesmas di Depok.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 01 Oktober 2026, 22:40 WIB
DPRD Depok Datangi UPTD Puskesmas Tapos Usai Ibu Hamil Kehilangan Bayi dan Rahim (foto: Dicky/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota komisi D DPRD Kota Depok turun tangan usai mendapati laporan dugaan kelalaian di UPTD Puskesmas Tapos. Diduga kelalaian penanganan menyebabkan ibu hamil kehilangan bayi dan rahim.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto mengatakan, Komisi D DPRD Kota Depok telah mendatangi UPTD Puskesmas Tapos untuk mendengar langsung peristiwa yang sebenarnya.

"Kita ke sini memang meninjau, terkait dengan pertama kelayakan, kemudian prosedur standar pelayanan yang ketiga adalah intinya rangkaian peristiwanya," ujar Siswanto, Kamis (1/10/2026).

Komisi D DPRD Kota Depok telah mendengar langsung rangkaian peristiwa yang menyebabkan ibu hamil kehilangan bayi dan rahim. Terdapat sejumlah catatan yang didapatkan DPRD Kota Depok pada peristiwa tersebut.

"Memang ada beberapa catatan kami tadi, di antaranya terkait dengan proses rujukan," ucap Siswanto.

Siswanto menjelaskan, terdapat prosedur rujukan dari puskesmas ke rumah sakit yang dinilai janggal. Menurunya, Puskesmas harus memberikan sejumlah opsi rumah sakit dalam memberikan rujukan kepada pasien berdasarkan peraturan Permenkes.

"Dalam kasus ini tidak dilakukan, cuma satu rumah sakit itu saja masalahnya. Celakanya pihak Puskesmas juga tidak punya kewenangan untuk mengakses setelah pasien dirujuk ke sana," jelas Siswanto.

 

Cara Kerja Dokter hingga Area Persalinan Tak Steril

DPRD Depok Datangi UPTD Puskesmas Tapos Usai Ibu Hamil Kehilangan Bayi dan Rahim (foto: Dicky/Liputan6.com)

DPRD Kota Depok turut menyoroti dokter konsultasi yang menjadi pedoman Puskesmas Tapos. Diketahui, dokter konsultasi turut andil dalam peristiwa tersebut untuk dilakukan klarifikasi, dikarenakan salah satu pihak yang menyarankan rujukan ke rumah sakit.

"Jadi kami belum dapat kita simpulkan sebetulnya," terang Siswanto.

Siswanto turut mendengarkan adanya keluhan dari keluarga pasien terkait pelayanan dan kondisi di UPT Puskesmas Tapos. Siswanto menerima laporan adanya bidan yang membawa anaknya dan bermain di area proses persalinan.

"Kalau ada tindakan yang itu memang mengecewakan pihak pasien memang ada. Misalkan tadi terakhir ada anaknya bidan yang lari-larian saat proses persalinan dan sebagainya. Mungkin dianggap mengganggu konsentrasi pasien dalam proses persalinan," ungkap Siswanto.

DPRD Kota Depok akan meminta keterangan dari rumah sakit yang menangani pasien dan dokter konsultasi. Nantinya DPRD Kota Depok akan membuat kesimpulan dari sejumlah keterangan yang telah dikumpulkan.

"Tugas kami adalah memperbaiki layanan kesehatan kemudian menjaga keselamatan warga Kota Depok," tegas Siswanto.

DPRD Kota Depok turut melakukan pengecekan ruangan persalinan dan pasien yang sedang mendapatkan penanganan di UPT Puskesmas Tapos. DPRD Kota Depok akan melakukan pengecekan keseluruhan terkait fasilitas sarana dan prasana di seluruh puskesmas di Kota Depok.

"Nanti kita kaji, kita diskusikan di Komisi D termasuk nanti konsekuensi-konsekuensinya, misalkan nambah bed ini nambah tenaga medisnya nambah anggarannya, ruangannya dan sebagainya," tutur Siswanto.

 

Duduk Perkara

Sejumlah warga mendatangi UPTD Puskesmas Tapos, Depok usai seorang ibu hamil harus kehilangan calon bayinya. Keluarga korban menduga meninggalnya calon bayi karena dugaan kelalaian saat petugas memberikan penanganan medis.

Ayah pasien, Kusmoyo mengatakan, kedatangannya ke Puskesmas Tapos untuk meminta penjelasan dan tanggung jawab. Kusmoyo harus kehilangan cucunya karena diduga ada kelalaian dalam penanganan anaknya yang sedang hamil sembilan bulan dan akan segera melahirkan.

"Diduga seperti itu (kelalaian penanganan medis)," ujar Kusmoyo saar ditemui awak media usai dilakukan mediasi di Puskesmas Tapos, Selasa (29/9/2026).

Kusmoyo menjelaskan, anaknya berinisial IN (31) sedang hamil anak kedua dengan usia kandungan sembilan bulan. Saat itu, anaknya melakukan pemeriksaan kandungan untuk menentukan langkah persiapan persalinan.

"Awalnya pun berobatnya ke sini periksanya Puskesmas Tapos, sesuai pembimbingan bidan yang ada di sini," jelas Kusmoyo.

Korban didampingi suaminya mendatangi Puskesmas Tapos sekitar pukul 14.30 WIB dan mendapatkan pelayanan medis. Namun pada Rabu (23/9/2026) pukul 01.05 WIB, Puskesmas Tapos merujuk korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan peralatan lebih lengkap.

"Ternyata cucu saya itu meninggal, tidak selamat. Rahim anak saya, ibu bayinya itu diangkat. Jadi, itu sudah cacat permanen. Nggak bisa melahirkan lagi. Itu yang saya nggak terima kayak gitu," tegas Kusmoyo.

Kusmoyo menduga peristiwa yang dialami anaknya diduga kelalaian penanganan medis Puskesmas Tapos yang menyebabkan calon bayi meninggal dunia dan terdapat robekan pada rahim. Padahal selama mengandung, korban tidak mengalami kendala dan dalam kondisi sehat.

"Tadi pihak Puskesmas dan Dinkes melakukan pertemuan kepada kami dan memberikan penjelasan," terang Kusmoyo.

Dinas Kesehatan Kota Depok menjanjikan kepada Kusmoyo akan melakukan investigasi khusus di UPTD Puskesmas Tapos. Hal itu untuk mengungkap terkait adanya dugaan kelalaian penanganan medis hingga menyebabkan calon bayi meninggal dunia.

"Kalau memang ada kelalaian, ya ditindak lanjut. Bilamana ada pelanggaran hukum, ya silakan diproses. Jangan sampai terjadi lagi hal-hal seperti ini, terulang lagi," pinta Kusmoyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya