Liputan6.com, Jakarta - Di kantor Fico, Indra tanpa sengaja menemukan seorang pria bertopi dan bermasker yang mencurigakan. Ia mengikuti pria tersebut hingga lantai lima dan memberi tahu Arina. Arina menyadari pria itu menuju ruang audiovisual tempat rekaman CCTV disimpan. Ia menyusul dan ternyata benar, pria tersebut berusaha mengambil rekaman. Arina ditangkap, diikat, dan dijadikan sandera. Penyusup mengancam akan melemparkannya dari balkon jika Fico tidak menyerahkan rekaman CCTV. Fico sempat mengatakan bahwa Arina lebih penting daripada rekaman tersebut.
Sementara itu, Audy murka karena anak buahnya gagal mendapatkan rekaman CCTV. Pesan dari Raditya membuat situasi semakin mengkhawatirkan karena Raditya menyatakan akan mengambil alih dan mengikuti Fico serta Arina. Arif sendiri mulai semakin mencurigai Audy dan meminta Dylan mengawasinya. Tanpa mereka sadari, seorang pria misterius yang memainkan cincin khas terus mengikuti mereka.
Advertisement
Arina kembali ke apartemen Arif untuk mengambil pakaian dan meminta izin tinggal sementara di rumah Fico. Dylan akhirnya mengantarnya. Di perjalanan, Dylan kembali mencoba meyakinkan Arina agar meninggalkan Fico, tetapi Arina membela suaminya dan mengatakan bahwa hanya dirinya yang benar-benar mengenal sisi Fico yang terluka.
Tanpa Fico dan Arina sadari, Raditya bersama anak buahnya mendatangi rumah Fico. Mereka mengobrak-abrik rumah dan mencari hard drive, USB, laptop, atau apa pun yang menyimpan rekaman CCTV. Ketika tidak menemukan apa yang mereka cari, Raditya mengambil keputusan ekstrem.
Saat Fico dan Arina masih dalam perjalanan, Bik Inah menelepon dan memberi tahu bahwa rumah mereka diserang.