Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap pekat kembali menyelimuti wilayah Jambi pada Kamis (1/10/2026). Kondisi ini memicu penurunan jarak pandang (visibility) secara drastis, hingga berdampak langsung pada penundaan jadwal keberangkatan maupun pendaratan pesawat di Bandara Sultan Thaha, Jambi.
Executive General Manager Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun, mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB pagi berada di kisaran 1.500 meter.
Advertisement
"Pada jam tersebut, satu penerbangan penerbangan keberangkatan berhasil mengudara, yakni penerbangan Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta yang merupakan pesawat remain over night (RON) atau penerbangan menginap," ucap Ardon dikutip Antara, Kamis (1/10/2026).
Namun, situasi memburuk saat memasuki pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Jarak pandang terus naik-turun berfluktuasi di rentang 1.200 hingga 1.500 meter, bahkan sempat menyusut tajam hingga tersisa 1.000 meter.
Keterbatasan jarak pandang ini memicu proses boarding pesawat ex-RON lainnya terhenti, salah satunya armada Super Air Jet IU 874 rute Batam yang semestinya mengudara pukul 10.28 WIB.
Di sisi lain, maskapai penerbangan Susi Air SI 7219 rute Dabo Singkep (Kepulauan Riau) berhasil mendarat pada pukul 07.45 WIB, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Kerinci (SI 7223) pukul 08.15 WIB.
Enam Penerbangan Komersial Terkena Dampak
Memasuki pukul 11.00 WIB, manajemen mencatat ada enam penerbangan komersial yang dipastikan mengalami keterlambatan (delay), baik rute kedatangan maupun keberangkatan.
Tiga maskapai yang mengalami keterlambatan kedatangan (arrival) antara lain:
- Batik Air ID 6804 dari Jakarta (jadwal tiba 10.15 WIB)
- Citilink QG 960 dari Jakarta (jadwal tiba 10.25 WIB)
- Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (jadwal tiba 10.25 WIB)
Sementara itu, tiga maskapai rute keberangkatan (departure) yang tertahan penundaan meliputi:
- Citilink QG 961 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 10.55 WIB)
- Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 11.00 WIB)
- Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (jadwal berangkat 11.10 WIB)
Langkah Penanganan dan Imbauan Bandara
Ardon menegaskan bahwa tim operasional Bandara Sultan Thaha bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan jajaran maskapai dan instansi terkait guna menjamin pelayanan terbaik bagi seluruh penumpang yang terdampak. Langkah ini juga dibarengi dengan penyampaian pembaruan informasi jadwal penerbangan yang dilakukan secara berkala di area bandara.
Di samping itu, pihak manajemen mengimbau para penumpang untuk bersikap aktif memantau kondisi terkini serta status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Untuk layanan informasi seputar kebandarudaraan, masyarakat juga dapat mengontak Contact Center Injourney Airports pada saluran 172.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha memastikan komitmennya untuk terus bersinergi bersama pemangku kepentingan demi menjaga kualitas pelayanan, seraya berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi bisa segera teratasi.