Liputan6.com, Jakarta - Unggahan vokalis sekaligus bassist Jikustik, Aji Mirza Hakim atau Icha, di akun Instagram @icha.aji memunculkan tanda tanya di kalangan penggemar. Bukan karena materi lagu yang dibagikan, melainkan karena satu frasa yang menyertai unggahan tersebut, yakni “Jikustik Melintasi Waktu: The Final Chapter”.
Kalimat tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan berakhirnya perjalanan Jikustik. Namun, di tengah spekulasi mengenai makna “The Final Chapter”, pihak band memberikan penjelasan bahwa judul tersebut merujuk pada sebuah proyek album penuh yang dipersiapkan untuk dirilis pada akhir 2026.
Advertisement
“Iya, semuanya merupakan lagu-lagu kenangan Jikustik yang akan kami rilis kembali dengan sentuhan aransemen baru," terang pihak Jikustik, Rabu (30/9/2026).
Album Baru Berisi Sekitar 30 Lagu Lama
Jikustik Melintasi Waktu: The Final Chapter bukanlah album berisi materi baru sepenuhnya. Proyek tersebut akan menghadirkan kembali sekitar 30 lagu dari perjalanan Jikustik yang akan diaransemen ulang atau recycle.
Konsep ini membuat album tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan kembali karya-karya lama dengan sentuhan musikal yang baru. Lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Jikustik akan mendapatkan pengolahan aransemen sebelum kembali dirilis.
Rencana tersebut juga memperlihatkan bahwa proyek ini memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan panjang Jikustik di industri musik Indonesia. Beberapa lagu yang dikenal publik antara lain “Seribu Tahun Lamanya”, “Setia”, “Puisi”, hingga “Selamat Malam”.
Jikustik sendiri merupakan band asal Yogyakarta yang dibentuk pada 26 Februari 1996. Sebelum menggunakan nama Jikustik, kelompok ini dikenal dengan nama G-Coustic. Setelah beberapa tahun berproses, nama Jikustik kemudian digunakan dan mereka masuk ke label Warner Music Indonesia pada sekitar 2000.
Perjalanan Panjang Jikustik di Industri Musik
Album debut Jikustik bertajuk Seribu Tahun dirilis pada 2000 melalui Warner Music Indonesia. Salah satu lagu yang menjadi bagian penting dari fase awal perjalanan mereka adalah “Seribu Tahun Lamanya”. Album tersebut menjadi awal dari rangkaian karya Jikustik yang kemudian terus berlanjut melalui sejumlah album berikutnya.
Dalam perjalanan berikutnya, Jikustik merilis Perjalanan Panjang pada 2002 dan Sepanjang Musim pada 2003. Mereka kemudian melanjutkan diskografi melalui album Pagi, Siang, dan Malam, sebelum menghasilkan sejumlah rilisan lain seperti Kembali Indah dan Tetap Berjalan.