Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi muda Farel Prayoga kembali bertemu dengan ibu kandungnya, Siti Soliti, setelah sekian lama terpisah. Momen pertemuan keluarga tersebut difasilitasi langsung oleh Kementerian Hukum dan berlangsung di kantor kementerian di Jakarta.
Pertemuan tersebut terekam dalam video yang diunggah oleh akun media sosial resmi @kawansupratman pada Rabu (30/9/2026). Dalam rekaman tersebut, Farel yang mengenakan kaus berkerah putih langsung menyambut kedatangan sang ibu yang mengenakan busana kuning dengan jilbab abu-abu.
Advertisement
Keduanya berpelukan saat pertama kali bertatap muka di ruang pertemuan resmi kementerian. Siti Soliti meneteskan air mata seraya mendekap putranya, sementara Farel memeluk erat sang ibu sebelum mereka duduk berdampingan di hadapan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas.
Momen Pertemuan Penuh Haru dan Ungkapan Isi Hati Sang Ibu
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas serta mentor yang selama ini mendampingi Farel, Rais. Farel dan ibunya duduk bersama di sofa ruangan untuk berdialog langsung mengenai situasi keluarga dan masa depan sang penyanyi.
Dalam rekaman video tersebut, Siti Soliti menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh pihak kementerian. "Terima kasih Pak Menteri bisa bantu kami. Mudah-mudahan cepat selesai," tutur Siti Soliti saat membuka percakapan di hadapan menteri.
Siti Soliti juga mengungkapkan keinginannya agar Farel tidak kembali ke lingkungan lamanya dan tetap berada di bawah bimbingan mentornya. "Saya enggak mau anak saya kayak saya. Dan saya mau anak saya enggak di lingkungan mereka lagi. Saya juga ingin Farel enggak apa-apa ikut Pak Rais, enggak apa-apa. Saya juga tidak mau dipertemukan dengan mereka. Saya sangat trauma banget," kata Siti Soliti.
Pengakuan Pendamping Terkait Tekanan Finansial di Masa Lalu
Dalam kesempatan yang sama, mentor Farel, Rais, memaparkan sejumlah fakta mengenai beban yang dialami Farel sebelum pertemuan ini terlaksana. Rais menjelaskan bahwa tekanan tersebut mulai memuncak saat Farel menginjak usia remaja.
"Mungkin suatu saat ini akan menjadi bom waktu. Di umur 17 tahun pastinya akan meledak. Dan ternyata di umur dia 15 tahun kemarin dia sudah memberanikan diri untuk melawan. Udah enggak kuat itu. Pada saat itu Farel harus membayar cicilan hampir Rp 20.000.000 per bulan," ungkap Rais dalam dialog tersebut.