Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanjatkan doa di depan sumur maut Lubang Buaya yang berada di Monumen Pancasila Sakti, untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi.
Momen ini terjadi usai Prabowo memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kesaktian Pancasila Kompleks Lubang Buaya Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Advertisement
Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo berjalan bersama Gibran, Puan, dan para pejabat lainnya. Selama berjalan menuju sumur lubang buaya, Prabowo dan Puan saling berbincang.
Beberapa kali Puan tampak membisikan sesuatu ke Prabowo. Keduanya terlihat akrab, namun tak diketahui apa yang dibicarakan Prabowo dan Puan.
Setelah tiba di depan sumur lubang buaya, Prabowo pun mengangkat kedua tangan untuk memanjatkan doa dan mengenang para pahlawan revolusi. Mereka merupakan jenderal yang gugur dan meninggal di dalam sumur pada saat peristiwa G30S.
Para pejabat lainnya pun turut mengenang jasa para pahlawan revolusi di depan sumur maut Lubang Buaya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Sebagai informasi, Upacara Hari Kesaktian Pancasila dilakukan sebagai wujud untuk mengenang dan menghormati para jasa Pahlawan Revolusi. Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh pemerintah Orde Baru.
Penetapan hari ini pun terkait erat dengan peristiwa yang biasa disebut Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI. Pada 1965 itu, berlangsung peristiwa pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan satu perwira menengah.