Prioritas Gus Kikin di 100 Hari Kerja

Gus Kikin telah menetapkan kepengurusan baru PBNU. Total 120 orang menjabat.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 09:24 WIB
Ketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin akan memfokuskan rekonsiliasi pada 100 hari kerja. Dia akan berkunjung ke daerah-daerah. 

"Kita akan rekonsiliasi ke daerah-daerah," ujar Gus Kikin usai konferensi pers di Gedung PBNU Jalan Kramat Jakarta, Rabu (30/6/2026).

Menurut dia, ada beberapa daerah yang menjadi prioritas, di mana salah satunya adalah Papua.

"Ada beberapa beberapa daerah yang menjadi prioritas itu terutama di Papua. Itu mungkin kita akan dahulukan, kita perlu rekonsiliasi, kita konsolidasi. Nah, jadi itu yang menjadi prioritas kita," kata Gus Kikin.

Dia juga angkat bicara terkait kepengurusan PBNU yang terdapat sosok lama seperti Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

"Itu kan termasuk warga NU, itu memang dari orang tuanya pun juga sudah NU. Maka kemudian kita memang membangun kebersamaan. Jadi mulai dari seluruh kawasan lah di Indonesia ini. Maka oleh karena itu, semuanya kita akomodasi supaya kita bisa membangun kebersamaan nanti di masa yang akan datang," papar Gus Kikin.

Sementara itu, Rais 'Aam PBN KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab besar untuk terus membumikan ajaran Islam melalui kekuatan jemaah dan tata kelola organisasi yang baik.

Dia mengatakan, Islam merupakan tatanan hukum dan aturan Allah yang termaktub dalam Alquran, kemudian dijelaskan oleh Rasulullah saw untuk menjadi pedoman seluruh mukalaf dalam menjalani kehidupan.

"Agama adalah tatanan hukum aturan berupa firman-firman Allah di dalam Alquran, diterjemahkan oleh Rasulullah saw yang berhubungan dengan af'alin mukalaf, perbuatan-perbuatan orang mukalaf," ucap dia.

"Selama disebut mukalaf, maka dia terkena sorot daripada hukmullah atau khitabullah ini tadi. Min haitsu innahum mukalaf, selama dia mukalaf. Oleh karena itu, kita-kita ini mukalaf yang punya tanggung jawab untuk mensyiarkan, membumikan tatanan-tatanan Allah itu tadi," sambung KH Miftachul Akhyar.

Lebih lanjut, Rais 'Aam PBNU menyatakan, NU terus bergerak, terus bisa melaksanakan tugas-tugas perkhidmatannnya dalam rangka untuk mensyiarkan hukmullah, tatanan Allah dan syariat-syariat Allah.

"Saya yakin NU adalah miniatur Islam itu sendiri. Semua apa yang diutarakan oleh Islam, semua yang dikampanyekan oleh semua-semua yang diperintahkan dan dilarang oleh Islam kalau kita ini NU ini miniaturnya tentu turunan-turunannya harus ada badan Nahdlatul Ulama," tutur Rais Aam.

 

Ajak Warga NU Aktif Berikan Kritik hingga Apresiasi

Rais Aam menyampaikan, kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031 berjumlah 210 orang dan ke depan, PBNU juga akan membentuk berbagai lembaga dan badan yang diperkirakan melibatkan jauh lebih banyak pengurus untuk mengakomodasi besarnya organisasi Nahdlatul Ulama.

KH Miftachul Akhyar pun mengajak seluruh warga NU untuk aktif memberikan kritik, saran, maupun apresiasi terhadap kinerja pengurus.

"Mohon kritik, saran dan apresiasinya di dalam kita melaksanakan tugas-tugas. Jangan sungkan-sungkan kritik, tapi manakala ada kebaikan-kebaikan juga jangan sungkan kita diberikan apresiasi sebagai penyemangat, tasji, vitamin, strong-nya untuk terus kita melaksanakan tugas-tugas," kata dia.

"Semoga Allah meridhai ikhtiar ini, para muassis merasa senang dengan perjalanan organisasi, baik secara kultural maupun struktural, sehingga menjadi sumbangan besar bagi Indonesia menuju negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tutup KH Miftachul.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya