Dompet Kripto MetaMask Alami Insiden Keamanan, Dana Pengguna Tak Terdampak

MetaMask mengonfirmasi insiden keamanan yang berdampak pada sebagian infrastrukturnya. Belum ada bukti dana pengguna terdampak.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Oktober 2026, 12:15 WIB
Salah satu dompet kripto yang paling banyak digunakan MetaMask. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - MetaMask, salah satu dompet kripto yang paling banyak digunakan, merespons insiden keamanan yang berdampak pada sebagian infrastrukturnya.

Perusahaan mengonfirmasi adanya insiden tersebut, tetapi belum mengungkapkan rincian teknis secara lengkap. Hingga kini, belum ada konfirmasi bahwa dana pengguna atau akses ke dompet terdampak secara langsung.

Apa yang Terjadi pada Infrastruktur MetaMask?

Dikutip CoinMarketCap, Kamis (1/10/2026), MetaMask mengonfirmasi bahwa insiden keamanan terjadi dan memengaruhi sebagian infrastrukturnya. Perusahaan telah memberikan respons secara terbuka, tetapi belum menjelaskan sistem mana yang terdampak, penyebab insiden, maupun kapan masalah tersebut sepenuhnya akan diselesaikan.

Belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan bahwa dompet pengguna, private key, atau aset kripto telah diretas.

Insiden infrastruktur pada perusahaan perangkat lunak dapat terjadi pada sistem pendukung produk, seperti server, API atau jembatan komunikasi antaraplikasi, serta jalur pengolahan data. Artinya, insiden tersebut tidak selalu berarti perangkat lunak dompet mengalami masalah.

Bagian yang Masih Belum Terungkap

MetaMask dikembangkan oleh Consensys, yang saat ini tengah melakukan restrukturisasi operasional. Consensys sebelumnya mengumumkan rencana untuk memisahkan MetaMask dari infrastruktur yang lebih luas dan menjadikannya entitas tersendiri pada akhir tahun.

Kondisi tersebut membuat keterbukaan informasi mengenai keamanan menjadi semakin penting selama masa transisi.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum diketahui bagian infrastruktur MetaMask yang terdampak, penyebab insiden, berapa lama sistem mengalami gangguan, maupun apakah seluruh langkah pemulihan telah selesai dilakukan.

Pengguna juga disarankan berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial dan belum terverifikasi. Informasi tersebut sebaiknya tidak dijadikan acuan sebelum MetaMask memberikan pembaruan resmi dan lebih terperinci.

MetaMask belakangan juga memperkenalkan sejumlah fitur baru, termasuk MetaMask Agent Wallet, dompet berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan perlindungan kerugian hingga US$ 10.000.

Apa Artinya bagi Pengguna MetaMask?

Bagi pengguna MetaMask yang menyimpan atau mengelola aset kripto, langkah terpenting saat ini adalah mengikuti informasi melalui kanal resmi MetaMask.

Kanal tersebut mencakup situs web MetaMask, akun media sosial terverifikasi, serta blog Consensys. Pengguna sebaiknya tidak mengikuti instruksi dari sumber tidak resmi yang mengklaim mengetahui sistem mana yang terdampak atau tindakan yang harus dilakukan.

Sejauh ini, belum ada panduan resmi yang meminta pengguna mengganti kata sandi, mengatur ulang seed phrase, atau memindahkan aset. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap permintaan seed phrase, yaitu kredensial utama untuk mengakses dompet.

Consensys juga tengah memisahkan MetaMask sebagai perusahaan mandiri. Karena struktur organisasi sedang berubah, pengguna perlu lebih cermat dan hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi.

Insiden keamanan pada infrastruktur kripto bukan hal yang tidak pernah terjadi. Cara perusahaan menyampaikan informasi selama dan setelah insiden menjadi penting agar pengguna dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan terverifikasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya