Liputan6.com, Jakarta - Memasuki awal Oktober 2026, dinamika harga emas perhiasan di pasar Indonesia menjadi perhatian utama bagi investor dan konsumen. Dua platform terkemuka, Raja Emas Indonesia dan Lakuemas, telah merilis daftar harga beli dan jual emas per gram untuk berbagai kadar pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Raja Emas Indonesia, yang dikenal sebagai perusahaan layanan jual beli emas dan logam mulia, memudahkan transaksi dengan menerima penjualan emas dalam berbagai kondisi, termasuk tanpa surat. Untuk kadar K24*, harga beli emas per gram di platform ini tercatat mencapai Rp 2.180.000.
Advertisement
Sementara itu, Lakuemas hadir sebagai platform jual beli dan investasi emas digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan online dan offline (O2O). Pada tanggal yang sama, harga jual emas 24K (99%) di Lakuemas berada di angka Rp 2.158.000 per gram.
Pergerakan Harga Emas Perhiasan di Dua Platform Utama
Raja Emas Indonesia menawarkan harga beli yang bervariasi sesuai kadar karat. Selain K24* yang mencapai Rp 2.180.000, harga beli terendah untuk emas K5 adalah Rp 435.000 per gram. Platform ini melayani berbagai kadar mulai dari K24 (99.5%) seharga Rp 2.080.000, K23 Rp 1.980.000, hingga K6 Rp 520.000 per gram.
Di sisi lain, Lakuemas menetapkan harga jual untuk berbagai kadar emas perhiasan. Harga jual emas 23K adalah Rp 1.955.000 per gram, sedangkan untuk kadar 9K, harganya Rp 756.000 per gram. Daftar harga jual Lakuemas juga mencakup 22K seharga Rp 1.871.000, 21K Rp 1.789.000, dan 10K Rp 843.000 per gram.
Penting untuk diingat bahwa harga emas dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu, sehingga pembeli dan investor disarankan untuk selalu memantau informasi terkini.
Enam Cara Akurat Mengenali Emas Asli atau Palsu
Bagi para investor dan pembeli perhiasan, kemampuan membedakan emas asli dari yang palsu merupakan hal krusial. Beberapa metode dapat digunakan untuk menguji keaslian emas.
Salah satu metode adalah uji gigit, di mana emas asli yang lunak akan meninggalkan bekas gigitan kecil jika digigit dengan tekanan yang cukup. Namun, metode ini tidak disarankan karena berpotensi merusak emas dan beberapa logam lain juga memiliki sifat lunak. Selain itu, emas asli bersifat non-magnetik, sehingga jika emas tertarik pada magnet, kemungkinan besar itu bukan emas asli atau mengandung campuran logam lain yang signifikan.
Metode lain yang bisa dilakukan adalah uji keramik atau piring. Dengan menggosokkan emas pada permukaan keramik atau piring yang tidak diglasir, emas asli akan meninggalkan goresan berwarna kuning keemasan. Sebaliknya, emas palsu atau logam lain akan meninggalkan goresan hitam atau tidak berwarna. Emas asli juga umumnya memiliki cap atau stempel yang menunjukkan kadar karatnya, seperti 24K, 750 untuk 18K, atau 916 untuk 22K, yang biasanya sangat kecil dan detail.
Uji kepadatan juga menjadi indikator penting, mengingat emas memiliki kepadatan yang tinggi; emas 24K memiliki kepadatan sekitar 19,3 g/ml. Untuk metode yang lebih profesional, uji asam nitrat dapat digunakan oleh ahli, karena emas akan bereaksi berbeda terhadap asam nitrat tergantung pada tingkat kemurniannya.
Untuk memastikan keaslian emas, disarankan untuk selalu membeli dari toko atau platform yang terpercaya. Jika masih terdapat keraguan, bantuan profesional untuk melakukan pengujian adalah langkah yang bijak.