IHSG Berpeluang Melemah, Cek Rekomendasi Saham Analis 1 Oktober 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.050-6.250 pada Kamis, (1/10/2026). Berikut strategi rekomendasi sahamnya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 Oktober 2026, 07:11 WIB
Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (1/10/2026). IHSG hari ini akan berada di level 6.050-6.079. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,83% ke 6.071, dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 30 September 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi terdekat yang berada pada level 6.050-6.079,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, jika IHSG masih mampu berada di atas 6.013, masih terdapat peluang IHSG menguat untuk menguji kembali area 6.152-6.196.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.041,5.984 dan level resistance 6.297,6.419 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.050-6.250.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness

Saham AMRT terkoreksi ke 1.320 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AMRT sedang berada di awal wave c dari wave (b),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.290-1.315

Target Price: 1.365, 1.410

Stoploss: below 1.270

 

2.PT Bank Rakyat BBRI - Trading Buy

Saham BBRI terkoreksi 0,95% ke 3.140 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama BBRI masih mampu berada di atas 3,110 sebagai stoplossnya, posisi BBRI saat ini berada di awal wave (v) dari wave [c].

Trading Buy: 3.120-3.140

Target Price: 3.300, 3.370

Stoploss: below 3.110

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66. Tampak dalam foto, pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

3.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness

Saham BRMS terkoreksi 0,84% ke 590 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, posisi BRMS sedang berada pada akhir wave (C) dari wave [B].

Buy on Weakness: 570-590

Target Price: 655, 705

Stoploss: below 545

 

4.PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) - Buy on Weakness

Saham DSNG menguat 3,33% ke 1.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi DSNG saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.525-1.540

Target Price: 1.585, 1.650

Stoploss: below 1.500

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya