Liputan6.com, Jakarta - Keberanian melihat peluang di lahan rawa yang diabaikan orang menjadi kunci sukses Niranjan Hiranandani merombak wajah properti India. Meski lahir sebagai putra dokter spesialis THT terkemuka penerima penghargaan Padma Bhushan, Dr. L. H. Hiranandani, Niranjan enggan mengekor jejak sang ayah.
Ia memilih merintis jalannya sendiri dan membuktikan bahwa visi tata kota yang tajam sanggup mengubah lahan gersang menjadi kawasan bernilai triliunan rupiah. sekaligus melambungkan namanya ke jajaran konglomerat terpandang di Asia.
Advertisement
Mengutip StartupTalky, Kamis (1/10/2026), Niranjan mengawali kariernya dari dunia akuntansi. Ia sempat mengajar sebelum akhirnya menyandang gelar Akuntan Publik (Chartered Accountant). Namun, jiwa kewirausahaan-nya bergejolak. Terinspirasi dari pengusaha-pengusaha besar yang kerap menjadi pasien ayahnya, Niranjan memberanikan diri terjun ke dunia bisnis pada akhir 1970-an.
Melansir wawancaranya di Entrepreneur India, langkah awal Niranjan di dunia usaha tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat mendirikan pabrik tekstil (power loom) kecil di Kandivali, Mumbai, sembari mencoba investasi kecil-kecilan di sektor real estat.
Saat krisis finansial menghantam kedua usahanya, Niranjan dihadapkan pada pilihan sulit. Dengan manuver strategis, ia menjual unit bisnis tekstilnya demi memfokuskan seluruh modal dan energinya ke industri real estat.
Momen Krusial Ubah Jalan Hidup
Momen krusial yang mengubah jalan hidupnya terjadi saat ia bersama saudaranya, Surendra Hiranandani, melirik potensi area Powai dan Thane di pinggiran Mumbai. Pada dekade 1980-an, Powai hanyalah rawa-rawa bekas tambang batu yang gersang, terisolasi, dan dihindari para pengembang.
Namun berbekal intuisi bisnis dan analisis akuntansi yang tajam, Niranjan justru melihat 'harta karun' di sana. Ia membeli ratusan hektare lahan murah tersebut dan merancang konsep yang saat itu belum pernah ada di India, kota mandiri terpadu (integrated township).
Langkah nekat tersebut membuahkan hasil monumental lewat lahirnya Hiranandani Gardens di Powai dan Hiranandani Estate di Thane. Niranjan tidak sekadar membangun deretan apartemen, tetapi menciptakan ekosistem kehidupan lengkap, mulai dari sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, taman hijau, hingga infrastruktur jalan modern.
Keberhasilan menyulap lahan terbengkalai menjadi kawasan elite berfasilitas lengkap memperkokoh posisinya sebagai pionir tata kota modern di India.
Kekayaan Bersih Niranjan
Kini, Forbes mencatat kekayaan bersih (net worth) Niranjan berkisar antara US$ 1,4 miliar hingga US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun (kurs Rp 17.919 per US$). Kendati berstatus miliarder dunia, sosok Niranjan dikenal sangat bersahaja, praktis, dan disiplin. Tak jarang ia memilih naik kereta api lokal Mumbai demi menembus kemacetan dan menghemat waktu produktifnya.
Mengutip Hindustan Times, filosofi kerendahan hatinya tecermin dari hunian pribadinya yang diberi nama 'Kanta', sebuah bangunan enam lantai di kawasan elite Malabar Hill, Mumbai, yang dinamai untuk mengenang almarhumah ibunya. Meski telah membangun kota mandiri megah di Powai, ia memilih bertahan di rumah ini karena menghargai ikatan emosional dan nilai kekeluargaan.
Rumahnya mengusung konsep kemewahan yang tenang (quiet luxury) tanpa ornamen berlebihan. Dikelengkapi ruang makan berkapasitas 16 orang serta teras bersantai berlatar pemandangan laut, lantai bangunan ini juga ditempati oleh keluarga besar dan penyewa agar suasana hunian tetap hidup dan hangat.
Kisah perjalanan Niranjan Hiranandani memberi pelajaran berharga, keberhasilan bisnis skala besar tidak selalu berawal dari modal melimpah atau lokasi prima. Berbekal kejelian melihat peluang, keberanian mengambil risiko terukur, serta komitmen memberi manfaat bagi masyarakat, lahan gersang sekalipun sanggup disulap menjadi kawasan megah yang mengubah sejarah sebuah kota.