HSBC Luncurkan Stablecoin RedCoin, Fokus Transaksi Pembayaran Harian

Stablecoin HSBC RedCoin akan menyasar pembayaran sehari-hari sebelum diperluas ke kebutuhan korporasi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 30 September 2026, 18:10 WIB
Stablecoin HSBC RedCoin. (ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - HSBC, bank terbesar di Hong Kong sekaligus salah satu dari tiga bank yang berwenang menerbitkan uang kertas di wilayah tersebut, menyiapkan stablecoin bernama HSBC RedCoin.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (30/9/2026), Stablecoin ini pada tahap awal akan difokuskan untuk kebutuhan pembayaran sehari-hari. Layanan yang disasar mencakup transfer antarindividu atau person-to-person (P2P) serta pembayaran dari individu kepada merchant atau person-to-merchant (P2M).

Strategi tersebut menunjukkan HSBC ingin lebih dulu membangun penggunaan stablecoin dalam transaksi yang dekat dengan aktivitas masyarakat sebelum mengembangkannya ke layanan keuangan yang lebih kompleks.

Setelah tahap awal, RedCoin berpotensi digunakan untuk kebutuhan perusahaan dan institusi. Perluasan tersebut dapat membuat stablecoin ini menjadi bagian yang lebih besar dari strategi aset digital HSBC.

Minat Stablecoin di Hong Kong

Bersamaan dengan pengumuman RedCoin, HSBC juga merilis hasil survei terhadap lebih dari 1.000 nasabah di Hong Kong.

Hasil survei menunjukkan 74% responden dapat menyebutkan setidaknya satu penggunaan stablecoin. Ini menunjukkan cukup tingginya pemahaman masyarakat mengenai potensi pemanfaatan aset digital tersebut.

Perdagangan aset digital dan investasi berbasis token menjadi penggunaan yang paling banyak disebut, yakni 57% responden.

Sementara itu, transfer P2P disebut oleh 53% responden, sedangkan remitansi lintas negara dan pembayaran merchant masing-masing mencapai 52%.

 

RedCoin HSBC Berpotensi Diperluas ke Korporasi

Rencana peluncuran HSBC RedCoin menunjukkan bank tersebut akan memulai penggunaan stablecoin dari fungsi pembayaran yang relatif sederhana sebelum memperluasnya ke kebutuhan bisnis dan institusi.

Dengan mengutamakan transfer P2P dan pembayaran merchant, HSBC dapat memperkenalkan transaksi berbasis stablecoin melalui aktivitas keuangan yang sudah familiar bagi nasabah.

Setelah itu, RedCoin berpotensi diperluas untuk kebutuhan korporasi dan institusi. Namun, HSBC belum menjelaskan secara rinci jenis layanan yang akan menggunakan stablecoin tersebut.

Hasil survei nasabah HSBC juga menunjukkan adanya peluang penggunaan stablecoin di berbagai sektor. Lebih dari separuh responden menyebut sejumlah fungsi, mulai dari investasi, transfer dana, remitansi hingga pembayaran merchant.

Dengan demikian, HSBC RedCoin untuk sementara akan diarahkan sebagai stablecoin untuk pembayaran konsumen. Penggunaannya kemudian berpotensi diperluas ke sektor bisnis dan institusi sebagai bagian dari strategi aset digital HSBC.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya