Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu, (30/9/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian mencapai Rp 14 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,83% menjadi 6.071,13. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,15% menjadi 601,18. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, ada sejumlah faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi IHSG. Pertama, kenaikan yield US Treasury dan penguatan dolar AS masih menjadi tekanan utama.
“Yield US Treasury 10 tahun sempat berada di atas 5,2%, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan membuat investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko, termasuk saham emerging market. Kondisi ini juga menekan rupiah yang sebelumnya sempat mendekati Rp 18.000 per dolar AS,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Kedua, Nafan menuturkan, harga minyak yang masih tinggi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjaga kekhawatiran terhadap inflasi global.
“Meskipun harga Brent mulai terkoreksi ke sekitar US$ 104 per barel, level tersebut masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih hawkish atau suku bunga global bertahan tinggi lebih lama,” kata dia.
Ketiga, dari domestik, Nafan menilai, investor masih dalam fase adaptasi terhadap aturan baru BEI yang menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1. Ia menuturkan, kebijakan ini meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham-saham berharga rendah, karena proses price discovery menjadi lebih terbuka. “Tekanan pada sejumlah saham tersebut turut memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan,” kata dia.
Selain itu, Nafan menuturkan, aliran dana investor asing masih menjadi perhatian, sehingga ketika sentimen global memburuk, tekanan jual relatif lebih mudah kembali masuk ke pasar saham domestik.
"Di sisi lain, rupiah mulai mendapat dukungan dari intervensi BI dan penurunan harga minyak, sehingga menjadi faktor penahan pelemahan IHSG,” kata Nafan.
Aksi Ambil Untung
Nafan menambahkan, reversal IHSG hari ini lebih mencerminkan profit taking dan kembali meningkatnya risk-off setelah rebound awal, dengan perhatian investor tertuju pada arah rupiah, yield US Treasury, harga minyak, serta data ekonomi AS dan domestik.
“Selama tekanan pada yield, dolar AS, dan foreign flow belum mereda, ruang IHSG untuk bergerak volatil masih cukup besar,” kata dia.
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.187,04 dan level terendah 6.071,13. Sebanyak 360 saham melemah sehingga menekan IHSG. 308 saham menguat dan 125 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.801.370 kali dengan volume perdagangan saham 30,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.882.
Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham industri naik 1,17% dan sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,15%. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 2,76%, dan catat koreksi terbesar.
Sektor saham energi terpangkas 1,35%, sektor saham basic merosot 0,28%, sektor saham consumer siklikal melemah 2,36%. Sektor saham keuangan turun 0,60%, sektor saham properti terpangkas 0,36%. Lalu sektor saham infrastruktur merosot 0,37% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,70%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, saham UNVR merosot 0,92% menjadi Rp 1.620 per saham. Harga saham UNVR dibuka stagnan di Rp 1.635 per saham. Saham UNVR berada di level tertinggi Rp 1.640 dan terendah Rp 1.620 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.510 kali dengan volume perdagangan saham 190.213 saham. Nilai transaksi harian Rp 30,9 miliar.
Di sisi lain, harga saham JARR menguat 6,87% menjadi Rp 3.580 per saham. Saham JARR dibuka naik 20 poin menjadi Rp 3.370 per saham. Harga saham JARR berada di level tertinggi Rp 3.790 dan terendah Rp 3.320 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11.416 kali dengan volume perdagangan 279.990 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 101,1 miliar.
Harga saham BRPT merosot 2,77% menjadi Rp 1.405 per saham. Saham BRPT naik lima poin menjadi Rp 1.450 per saham. Saham BRPT berada di level tertinggi Rp 1.485 dan terendah Rp 1.405 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 10.332 kali dengan volume perdagangan saham 636.745 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 91,9 miliar.
Harga saham BMRI melemah 0,50% menjadi Rp 4.010 per saham. Saham BMRI dibuka naik 20 poin menjadi Rp 4.050 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.100 dan terendah Rp 4.010 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 26.359 kali dengan volume perdagangan saham 1.762.628 saham. Nilai transaksi harian Rp 711,8 miliar.