4 Kontroversi VAR Liga Inggris, dari Gol Haaland hingga Luis Diaz

4 VAR Liga Inggris kembali disorot setelah sejumlah keputusan kontroversial, mulai dari gol Erling Haaland hingga gol Luis Diaz yang dianulir.

oleh Naila AdzkhiaDiterbitkan 30 September 2026, 20:30 WIB
Logo Premier League. (Footyheadline).

Liputan6.com, Jakarta - VAR Liga Inggris kembali menjadi sorotan setelah sejumlah keputusan kontroversial memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Teknologi yang diperkenalkan untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat itu justru beberapa kali menimbulkan polemik dalam pertandingan Premier League.

Sejak mulai digunakan pada musim 2019/2020, VAR diharapkan mampu meminimalkan kesalahan wasit, terutama dalam menentukan gol, penalti, kartu merah, dan pelanggaran yang luput dari pengamatan. Namun, sejumlah insiden menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tersebut tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Bahkan, beberapa keputusan yang melibatkan VAR mendapat kritik dari klub, pemain, hingga pihak yang bertanggung jawab mengawasi perwasitan. Kesalahan komunikasi, kegagalan teknologi, dan penilaian terhadap insiden di lapangan menjadi persoalan yang terus memicu perdebatan.

Berikut empat kontroversi VAR Liga Inggris yang menjadi sorotan, mulai dari gol Erling Haaland dalam derby Manchester pada September 2026 hingga keputusan yang merugikan Liverpool dan Wolves.


1. Gol Erling Haaland vs Manchester United (September 2026)

Selebrasi striker Manchester City, Erling Haaland di akhir laga menghadapi Chelsea pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Stamford Bridge, London (5/1/2023). Erling Haaland baru saja membawa Manchester City meraih Treble Winners pada musim 2022/2023. Di Liga Inggris ia total mencetak 36 gol dan menjadi total gol terbanyak dari seluruh liga di Eropa. Meski tanggal pasti penganugerahan Sepatu Emas Eropa tahun 2023 belum ditentukan, namun dipastikan Erling Haaland yang akan menyandangnya. (AFP/Glyn Kirk)

Kontroversi terbaru terjadi ketika Manchester City menghadapi Manchester United pada September 2026. Gol Erling Haaland sempat dianulir karena offside, tetapi tayangan ulang memperlihatkan Patrick Dorgu membuat striker Norwegia tersebut berada dalam posisi onside. Gol itu akhirnya disahkan.

Perdebatan kemudian muncul karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside ketika berusaha memainkan bola sebelum bola sampai kepada Haaland. VAR tidak melakukan campur tangan karena Fernandez tidak menyentuh bola.

ProRef kemudian mengakui adanya kesalahan penilaian dan menyatakan VAR seharusnya merekomendasikan peninjauan ulang oleh wasit. Manchester City akhirnya menang 1-0 atas Manchester United yang bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah.


3. Gol Luis Diaz Dianulir vs Tottenham (Oktober 2023)

Pemain Bayern Munchen, Luis Diaz, merayakan golnya dengan selebrasi unik khas Diogo Jota, rekan setimnya di Liverpool, dalam kemenangan atas VfB Stuttgart di pertandingan Piala Super Jerman 2025 yang berlangsung di Stuttgart, Minggu (17/8/2025) dini hari WIB. (THOMAS KIENZLE / AFP)

Liverpool pernah mengalami keputusan kontroversial saat menghadapi Tottenham Hotspur pada Oktober 2023. Gol Luis Diaz dianulir karena offside setelah sang pemain mencetak gol di Tottenham Hotspur Stadium. Padahal, tayangan ulang menunjukkan Diaz berada dalam posisi onside karena Cristian Romero membuatnya tetap berada di belakang garis offside.

Kesalahan terjadi ketika petugas VAR Darren England keliru memahami keputusan wasit Simon Hooper di lapangan. England mengira gol telah disahkan sehingga menyatakan pemeriksaan selesai. Liverpool akhirnya kalah 1-2 setelah sebelumnya Curtis Jones juga mendapat kartu merah melalui campur tangan VAR. Manajer Liverpool saat itu, Jurgen Klopp, menyebut kekalahan tersebut terjadi dalam situasi yang sangat tidak adil dan diwarnai keputusan kontroversial.


4. Wolves Tak Dapat Penalti vs Manchester United (Agustus 2023)

Wolves juga pernah dirugikan oleh keputusan VAR ketika menghadapi Manchester United pada Agustus 2023. Dalam masa injury time, Wolves yang tertinggal 0-1 berusaha mengejar gol penyeimbang. Namun, kiper Manchester United, Andre Onana, bertabrakan dengan Sasa Kalajdzic di kotak penalti tanpa menyentuh bola.

Wasit Simon Hooper tidak menunjuk titik putih, sementara petugas VAR Michael Salisbury juga tidak merekomendasikan peninjauan ulang. Pelatih Wolves saat itu, Gary O'Neil, menilai Onana melakukan pelanggaran serius terhadap Kalajdzic. Mantan pimpinan PGMOL, Jon Moss, kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada O'Neil. Sebagai konsekuensi dari kesalahan tersebut, para ofisial pertandingan tidak ditugaskan pada laga Premier League akhir pekan berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya