Real Madrid: 3 Variasi Lini Serang Jika Vinicius Junior Dicadangkan

Real Madrid punya tiga opsi lini serang jika Vinicius Junior dicadangkan, dari duet Mbappe hingga peluang Endrick, Espi, Diomande, dan Guler.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 29 September 2026, 14:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kiri), berjabat tangan dengan Vinicius Junior, saat pertandingan persahabatan pramusim antara FC Schalke 04 dan Real Madrid di Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, pada 16 Agustus 2026. (INA FASSBENDER / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Vinicius Junior menjalani awal musim yang sulit bersama Real Madrid. Penyerang Brasil itu baru mencetak satu gol dalam delapan penampilan, sementara konsistensi permainannya mulai menjadi perhatian.

Situasi tersebut membuka kemungkinan Jose Mourinho melakukan perubahan di lini depan. Jika Vinicius harus keluar dari starting XI untuk sementara, Madrid masih memiliki sejumlah opsi menarik untuk mengisi tiga posisi penyerang.

Ada setidaknya tiga komposisi yang bisa dipertimbangkan Mourinho. Kylian Mbappe dapat bergeser ke kiri, sementara Endrick, Carlos Espi, Yan Diomande, dan Arda Guler berpeluang mendapatkan peran lebih besar.


Mbappe, Endrick, Diomande

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mencetak hattrick ke gawang Real Sociedad dalam laga tunda jornada pertama La Liga Spanyol 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Opsi pertama adalah menempatkan Mbappe di sisi kiri, posisi yang sudah lama dikenalnya sebelum lebih sering bermain sebagai penyerang tengah. Endrick kemudian bisa mengisi area sentral, sedangkan Diomande bergerak dari sisi kanan.

Komposisi tersebut akan memberikan karakter berbeda bagi Real Madrid. Kecepatan Mbappe dari kiri dapat menjadi ancaman besar ketika Madrid melakukan serangan balik, sementara Endrick mendapat kesempatan membangun ritme setelah baru bermain empat menit musim ini.

Endrick memang belum banyak mendapatkan menit bermain, tetapi perubahan hierarki di lini depan dapat membuka ruang baginya. Di sisi lain, Diomande juga belum mencetak gol dalam delapan penampilan, tetapi performanya bersama Timnas Pantai Gading melawan Ghana menunjukkan perkembangan kepercayaan diri.


Mbappe, Espi, Diomande

Carlos Espi merayakan golnya pada laga Real Madrid lawan Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium - AP Photo/Joan Monfort

Pilihan kedua adalah memberikan kesempatan lebih besar kepada Carlos Espi. Penyerang tersebut baru bermain 26 menit dari total 720 menit yang tersedia bagi Real Madrid musim ini, tetapi kontribusinya jauh lebih besar daripada jumlah menit bermainnya.

Espi sudah mencetak dua gol di La Liga dan keduanya berpengaruh langsung terhadap perolehan empat poin Madrid. Tanpa dua gol tersebut, Madrid hanya akan mengoleksi 11 poin dan berada di posisi keenam, tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen.

Oleh karena itu, penggunaan Espi bukan sekadar memberi kesempatan kepada pemain pelapis. Trio Mbappe, Espi, dan Diomande dapat menghadirkan kombinasi kecepatan, pergerakan langsung, serta penyelesaian akhir yang tetap menjaga sejumlah pemain berbahaya di lapangan.

Lanjut Baca:

Opsi ketiga memiliki pendekatan taktis berbeda. Diomande dapat bermain di kiri, Mbappe tetap menjadi penyerang tengah, sedangkan Arda Guler mengisi sisi kanan. Perkembangan Diomande layak diperhatikan karena ia mulai menjadi pesaing serius bagi Vinicius. Dalam kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid, Diomande mencatat jumlah dribel yang sama dengan gabungan Vinicius dan Mbappe. Guler juga memiliki statistik menyerang yang kuat. Setelah delapan pertandingan di semua kompetisi, ia memimpin Madrid dalam jumlah peluang yang diciptakan dengan 28, peluang besar dengan delapan, dan umpan silang dengan 14, padahal baru bermain 349 menit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya