Liputan6.com, Jakarta - Timnas Prancis berhasil meraih kemenangan di pertandingan kedua grup A UEFA Nations League berkat gol spektakuler Michael Olise, Selasa (29/9) dini hari WIB. Berhadapan dengan Timnas Belgia, Les Bleus mampu menang dengan skor tipis 0-1.
Satu-satunya gol yang tercipta di laga ini lahir dari pemain pengganti, Michael Olise pada menit ke-88. Gol pembeda di penghujung laga tersebut tidak hanya mengamankan poin penuh, tetapi juga melahirkan momen unik di pinggir lapangan.
Advertisement
Dengan absennya Kylian Mbappe akibat cedera, pelatih Zinedine Zidane harus membuat banyak perubahan di lini depan. Kehadiran amunisi baru dari bangku cadangan terbukti menjadi penentu hasil akhir pertandingan yang berjalan sangat sengit ini.
Pemain pengganti Michael Olise menghadirkan hal itu dengan mencetak gol kemenangan spektakuler di menit-menit akhir, memastikan kemenangan 1-0 atas Belgia dalam laga UEFA Nations League. Aksi individu luar biasa sang winger sukses menghipnotis seluruh pasang mata di stadion, termasuk sang pelatih kepala.
Aksi Solo Solo Memukau Olise dan Luapan Reaksi Emosional Zidane
Diperlukan aksi istimewa untuk menembus pertahanan Belgia, dan Olise mewujudkannya pada menit ke-88. Ketenangan serta akselerasi mematikan sang pemain menjadi kunci utama dalam memecah kebuntuan timnas Prancis.
Ia menerima bola jauh di area pertahanannya sendiri, berlari kencang menyusuri sisi kanan lapangan, memotong masuk ke tengah, lalu melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut kiri bawah gawang. Skema individu yang sangat sempurna tersebut memicu euforia luar biasa di bangku cadangan Les Bleus.
Aksi solo yang brilian itu memicu reaksi heboh dari Zidane; ia berlari di pinggir lapangan sambil berteriak sebelum menendang keras bola liar yang menghalangi jalannya. Luapan emosi tak terbendung sang legenda hidup menjadi bukti betapa bernilainya proses gol itu.
"Saya mengikuti alur permainan dan ingin menjadi bagian darinya," ujar Zidane dikutip dari ESPN.
"Saya merasakan dia sedang melakukan aksi dribel dan menciptakan permainan yang luar biasa, jadi saya ingin mengikutinya. Lalu saya melihat bola di sana, dan saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus menendangnya. Mungkin itu terlihat agak konyol, tapi tidak masalah," sambungnya.
Rotasi Skuad dan Kepercayaan Penuh Zinedine Zidane
Zidane melakukan sembilan perubahan pada susunan pemainnya, memberikan kesempatan debut kepada Jérémy Jacquet, Andy Diouf, dan Lucas Da Cunha, sementara pemain muda seperti Maghnes Akliouche dan Esteban Lepaul mendapatkan tempat di starting XI. Rotasi besar-besaran ini memberikan pengalaman bertanding yang sangat berharga bagi pilar-pilar muda.
"Saya percaya pada para pemain saya. Saya yakin memiliki sebuah kelompok—sebuah tim—yang memiliki hubungan baik dan bekerja sama dengan apik. Saya memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi," kata Zidane.
Sang juru taktik menegaskan bahwa skema rotasi ini memang sudah dirancang secara matang jauh sebelum peluit awal dibunyikan.
"Saya sama sekali tidak khawatir dengan apa yang mungkin terjadi. Lagipula, memang begitulah rencananya sejak awal. Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya memiliki 23 pemain yang bisa diturunkan, dan pada akhirnya saya akan menggunakan mereka semua," ucap eks pelatih Real Madrid.
Sumber: ESPN