Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Aiden Pleterski, figur kripto asal Kanada yang menjuluki dirinya “crypto king”, akan diadili atas dugaan penipuan investor US$ 30 juta.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 September 2026, 15:10 WIB
Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Aiden Pleterski, figur media sosial asal Kanada yang menjuluki dirinya “crypto king” atau raja kripto, akan menjalani persidangan di Ontario Superior Court of Justice.

Pleterski didakwa menipu investor sekitar US$ 30 juta pada 2021-2022 melalui janji keuntungan besar dari investasi aset digital.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (29/9/2026), persidangan dijadwalkan dimulai pekan depan dan diperkirakan berlangsung sekitar empat minggu.

Pada Mei 2024, otoritas Kanada secara resmi mendakwa Pleterski dengan tuduhan penipuan dan pencucian uang setelah penyelidikan panjang.

Pihak berwenang menuding Pleterski menggalang dana dari para pengikutnya dengan menawarkan “keuntungan besar setiap pekan melalui investasi yang cerdas” di pasar kripto.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan penipuan, Pleterski dapat menghadapi hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Pleterski diperkirakan akan membela dirinya sendiri dalam persidangan setelah upayanya mendapatkan penundaan untuk mencari pengacara tidak berhasil.

 

Gaya Hidup Mewah

Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Pihak berwenang menilai Pleterski berhasil menarik dana investor dengan terus mempromosikan keuntungan tinggi dan keandalan perdagangan aset digital.

Klaim tersebut disebut membuat sejumlah orang mempercayakan dana hingga jutaan dolar kepadanya.

Pleterski dikenal di media sosial karena kerap membagikan gaya hidup mewah dan memberikan saran investasi. Hal itu membuatnya menjadi salah satu figur yang dikenal di kalangan penggemar kripto Kanada.

Kasus Pleterski menjadi salah satu proses hukum terhadap promotor aset digital setelah pasar kripto mengalami penurunan tajam pada 2022.

Pada periode tersebut, sejumlah perusahaan kripto besar mengalami kebangkrutan. Kondisi itu kemudian memicu pengawasan hukum terhadap para petinggi perusahaan aset digital, termasuk eksekutif dari FTX dan Celsius di Amerika Serikat.

Kasus yang menjerat Pleterski juga menyoroti risiko yang dihadapi investor ritel ketika volatilitas pasar meningkat dan skema investasi online yang tidak teregulasi semakin banyak.

Ontario’s Superior Court of Justice merupakan pengadilan tingkat pertama utama di Ontario yang menangani perkara pidana dan perdata serius, termasuk kasus penipuan keuangan besar.

 

Penculikan dan Kekerasan

Kasus Pleterski juga memiliki sisi lain. Pada Desember 2022, beberapa pria yang disebut sebagai investor yang diduga menjadi korban Pleterski diduga menculik dan melakukan kekerasan terhadapnya selama tiga hari.

Para pelaku disebut menuntut pengembalian dana dalam jumlah besar, mengancam keselamatan Pleterski dan keluarganya, serta memaksanya merekam video pengakuan terkait keterlibatannya dalam dugaan skema tersebut.

Penegak hukum Kanada menyelidiki kasus penculikan itu secara terpisah. Peristiwa tersebut menunjukkan dampak lanjutan dari dugaan penipuan investasi berskala besar di sektor kripto.

Upaya Pleterski menunda persidangan untuk mendapatkan bantuan hukum juga tidak berhasil. Berdasarkan laporan pengadilan, ia diperkirakan akan membela dirinya sendiri.

Kasus Pleterski turut dibandingkan dengan sejumlah perkara hukum terhadap pemimpin industri kripto dunia setelah gejolak pasar 2022.

Kejatuhan FTX dan Celsius berujung pada proses hukum terhadap para eksekutifnya. Peristiwa tersebut menunjukkan meningkatnya pengawasan hukum dan regulasi terhadap industri aset digital.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya