Impor Emas China Melonjak 72%, Bisa Cetak Rekor Tertinggi

Impor emas China mencapai 1.141 ton hingga Agustus 2026 dan berpotensi menembus 1.700 ton, tertinggi dalam satu dekade.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 September 2026, 12:00 WIB
China telah mengimpor 142 ton emas pada Agustus 2026. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - China berpotensi mencatat rekor impor emas tertinggi dalam satu dekade pada 2026. Berdasarkan analisis Heraeus, impor emas China sepanjang tahun ini bisa mencapai sekitar 1.700 ton jika laju pembelian berlanjut.

Analis logam mulia Heraeus mencatat China telah mengimpor 142 ton emas pada Agustus 2026. Dengan demikian, total impor selama Januari-Agustus mencapai 1.141 ton.

Angka tersebut melonjak 72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 663 ton. Bahkan, impor dalam delapan bulan pertama 2026 sudah melampaui total impor China sepanjang 2025 yang tercatat 940 ton.

“China mengimpor 142 ton emas pada Agustus, sehingga total impor selama delapan bulan pertama tahun ini mencapai 1.141 ton, 72% lebih tinggi dibandingkan 663 ton yang diimpor pada periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi dari 940 ton yang diimpor sepanjang 2025,” tulis analis Heraeus dikutip dari Kitco, Selasa (29/9/2026).

Menurut mereka, tingginya arus masuk emas terjadi meski harga emas dunia berada di level historis tinggi. Kondisi tersebut mencerminkan permintaan investasi yang masih kuat di China.

Cadangan Emas Bank Sentral

China telah mengimpor 142 ton emas pada Agustus 2026. (Ilustrasi by AI)

Heraeus memperkirakan impor emas China dapat mencapai sekitar 1.700 ton pada 2026 jika tren pembelian bertahan hingga akhir tahun.

“Jika impor emas China mempertahankan laju ini hingga sisa 2026, totalnya akan mencapai sekitar 1.700 ton, yang akan menjadi jumlah tertinggi dalam dekade ini,” tulis analis.

Permintaan tersebut terutama berasal dari investasi. Sementara itu, permintaan emas untuk perhiasan di China masih relatif lemah.

Selain pembelian masyarakat dan pelaku pasar, Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBoC) juga terus menambah cadangan emas. Pada Agustus, bank sentral menambah 20 ton emas ke dalam cadangan resminya.

Heraeus menegaskan impor emas untuk kebutuhan nonmoneter tersebut berbeda dengan pembelian yang dilakukan PBoC.

Lonjakan impor China menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pasar emas dunia. Di tengah harga emas yang masih tinggi, kuatnya permintaan dari China menunjukkan minat terhadap logam mulia tetap besar.

Jika impor benar-benar mencapai 1.700 ton, China berpotensi mencatat rekor pembelian emas tertinggi sepanjang dekade 2020-an hingga saat ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya