Berapa Harta Agar Disebut Orang Kaya? Ini Hasil Surveinya

Survei mengungkapkan bahwa rata-rata kekayaan bersih US$ 2,3 juta dibutuhkan seseorang agar dikategorikan kaya. Namun, ukuran kaya tidak hanya soal pendapatan.

oleh Dreyandra Puteri ValzabilbinaDiterbitkan 28 September 2026, 21:00 WIB
Ilustrasi orang terkaya dunia atau miliarder. Foto: Freepik/vecstock

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada angka pasti yang secara universal menentukan kapan seseorang dapat dikategorikan sebagai orang kaya. Namun, survei terbaru dari Charles Schwab menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat (AS) menilai kekayaan bersih rata-rata sebesar US$ 2,3 juta atau sekitar Rp 41,3 miliar (estimasi kurs Rp 17.992 per dolar AS) diperlukan untuk masuk dalam kategori tersebut.

Ukuran kekayaan sejatinya sangat bergantung pada besaran pendapatan, nilai aset, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, serta kondisi finansial masing-masing individu. Oleh karena itu, jumlah uang yang dianggap melimpah di satu wilayah belum tentu memiliki daya beli yang sama di wilayah lainnya.

Menurut survei Charles Schwab sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance, Senin (28/9/2026), masyarakat AS menetapkan ambang batas kekayaan bersih rata-rata di angka US$ 2,3 juta untuk mengukur status finansial seseorang.

Dari sisi penghasilan mingguan atau bulanan, seseorang dengan pendapatan sekitar US$ 208.152 per tahun sudah tergolong dalam kelompok 10 persen teratas pekerja berpenghasilan tertinggi di AS. Kendati demikian, tingkat pendapatan tersebut tidak menjamin tingkat kemakmuran yang setara di setiap negara bagian.

Faktor harga hunian menjadi salah satu pemicu utamanya. Pendapatan US$ 208.152 per tahun memang terbilang memadai untuk membeli rumah dengan harga rata-rata (median) di sebagian besar wilayah AS, tetapi angka itu masih tergolong belum cukup untuk membeli rumah berharga median di kawasan mahal seperti Massachusetts, Hawaii, maupun California.

 

Kekayaan Tak Sekadar Jumlah Pendapatan

Ilustrasi Miliarder atau Orang Terkaya. Foto: Freepik

Kekayaan riil tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar pendapatan bulanan. Komponen lain seperti tingkat utang, kepastian pekerjaan, jumlah anggota keluarga, biaya pelayanan kesehatan, serta pengeluaran harian turut membentuk kondisi keuangan seseorang secara keseluruhan.

Di samping itu, kepemilikan aset yang mampu menghasilkan arus kas (cash flow) menjadi tolok ukur utama kekayaan. Portofolio investasi, kepemilikan bisnis, aset properti, serta tabungan dapat memberikan sumber pendapatan pasif (passive income) di luar gaji pokok.

Untuk mengunci pertumbuhan kekayaan jangka panjang, beberapa strategi utama yang disoroti meliputi peningkatan kapasitas pendapatan, menghindari jeratan utang berbunga tinggi, membangun sumber penghasilan pasif, serta memulai investasi sejak dini.

Yahoo Finance merinci bahwa rata-rata suku bunga kartu kredit di AS saat ini berada di kisaran 22 persen per tahun. Di sisi lain, imbal hasil investasi saham jangka panjang secara historis berada di rentang 7 hingga 10 persen per tahun.

Dengan perbandingan ini, utang berbunga tinggi jelas menjadi penghambat utama bagi seseorang dalam memupuk aset.

Pada akhirnya, indikator seseorang untuk dapat disebut kaya bersifat sangat relatif. Faktor geografis, biaya hidup lokal, nilai aset bersih, tingkat utang, hingga kebutuhan pribadi membuat standar kekayaan akan selalu berbeda antara satu individu dan lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya