Liputan6.com, London - Baru-baru ini, para penyelam berhasil mengabadikan gambar-gambar pertama yang diketahui dari struktur bawah laut misterius yang diyakini sebagai sisa-sisa sebuah desa yang ditelan laut sekitar 700 tahun yang lalu.
Dikutip dari Fox News, Senin (28/9/2026), kantor berita Jam Press melaporkan foto-foto dan video tersebut baru-baru ini diambil di lepas pantai Norfolk, Inggris. Sisa-sisa bangunan tersebut mereka yakini sebagai kota Shipden yang hilang, sebuah pemukiman abad pertengahan yang pada akhirnya ditelan oleh Laut Utara (North Sea) di abad ke-14.
Advertisement
Di lokasi tersebut, para penyelam memotret dan memetakan 25 objek buatan manusia. Foto-foto tersebut memperlihatkan struktur batu besar yang ditumbuhi organisme laut dan menjulang dari dasar laut berpasir saat para penyelam menjelajahi situs berusia berabad-abad itu.
Penyelam sukarelawan dari cabang East Anglia British Sub-Aqua Club (BSAC) ikut membantu melakukan survei dan pemetaan lokasi bawah air tersebut sebagai bagian dari Proyek Alfred Savin.
Meskipun Laut Utara terkenal sebagai laut dengan kondisi berombak dan berbahaya, permukaan airnya justru sangat tenang selama penyelaman musim panas tersebut. Hal ini memudahkan tim untuk mengabadikan dan memetakan fitur-fitur di dasar laut.
Para penyelam menemukan bahwa struktur tersebut terbuat dari batu api, bahan bangunan yang populer di Norfolk pada masa Abad Pertengahan, kemudian potongan-potongan batu yang dipotong rapi lainnya serta sisa-sisa struktur pondasi batu yang dikenal sebagai caisson. Caisson-caisson tersebut mungkin adalah bagian dari upaya pada abad ke-14 untuk menahan lautan, tapi peneliti belum bisa menentukan tujuan pastinya.
Beberapa struktur tersebut masih berdiri dengan tinggi delapan hingga 10 lapis batu walaupun sudah terendam di bawah air selama berabad-abad. Upaya ini menandai kali pertama fitur-fitur tersebut diyakini telah difoto.
Kota Kuno Shipden
Shipden dulunya adalah desa yang berkembang, dan hanya dihuni oleh sejumlah kecil penduduk pada masa Abad Pertengahan Tinggi. Domesday Book, survei yang mencatat data tanah dan penduduk di seluruh Inggris setelah Penaklukan Norman, menyebutkan bahwa Shipden hanya memiliki 117 penduduk di tahun 1086.
Jam Press berkata, kota tersebut juga memiliki padang rumput seluas 1,2 hektare, pelabuhan, dua gereja, dan "hutan yang dapat menampung 36 ekor babi." Pada abad ke-14, namanya perlahan menghilang dari catatan sejarah dan wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Cromer.
Catatan sejarah berkata bahwa sebuah gereja telah tenggelam, tapi para penyelam belum menemukan sisa-sisa yang bisa diidentifikasi sebagai bangunan tersebut. Menurut legenda, menara Gereja St. Peter masih bertahan di bawah permukaan laut, yaitu di atas formasi batuan yang dikenal sebagai Church Rock.
Pemimpin tim penyelam Nick Schiller berkata kepada Jam Press bahwa awalnya, tim tersebut berangkat untuk mencari sisa-sisa dari kapal Victoria yang lain, sebuah kapal yang karam di Church Rock pada tahun 1888.
"Namun, ini menjadi bonus karena bisa membantu tim Cromer untuk lebih memahami kota Shipden dan pelabuhan Cromer," tutur Schiller.
Ia menyebutkan penemuan tersebut menunjukkan bahwa Church Rock yang selama ini diyakini berkaitan dengan gereja yang hilang, mungkin adalah sisa-sisa benteng pertahanan laut abad pertengahan. Untuk saat ini, lokasi dari gereja tersebut masih menjadi misteri.
Melihat ke depan, ketua Friends of Comer Museum sekaligus direktur proyek tersebut, Peter Stibbons, berkata para peneliti sedang meneliti catatan-catatan abad pertengahan berbarengan dengan temuan-temuan fisik untuk bisa memahami dengan yang lebih baik tentang wilayah tersebut.
"Kami yang dibesarkan di Cromer sudah lama mengetahui cerita tentang Church Rock, jadi ini adalah langkah besar untuk menyatakan bahwa legenda tersebut mungkin salah," ujar Stibbons kepada Jam Press.
Ia menambahkan, "Untuk saat ini, kami lebih banyak menyuarakan ide daripada kesimpulan."