Deretan Fakta Menarik Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Unggul di Nilai Skuad

Indonesia jumpa Malaysia di SUGBK, Senin (28/9/2026). Berikut fakta menarik jelang laga tersebut.

oleh Ana DewiDiterbitkan 28 September 2026, 13:17 WIB
Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny berselebrasi setelah menjebol gawang Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan menjamu Timnas Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Kedua tim sama-sama mengemas tiga poin sehingga laga ini krusial untuk perebutan posisi puncak.

Malaysia untuk sementara memimpin klasemen berkat keunggulan selisih gol setelah menang 3-0 atas Bangladesh pada partai pembuka. Indonesia berada tepat di belakang usai menundukkan Singapura 2-0.

Menjelang kickoff, empat fakta utama menonjol dari duel klasik Asia Tenggara ini: dari peta rekor pertemuan, adu strategi pelatih berpengalaman, hingga perbandingan nilai pasar skuad.


Head To Head: Malaysia Tipis di Depan

Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata (kiri) usai melawan Malaysia pada laga perdana Grup G Penyisihan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Indonesia kalah 2-3. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kedua tim telah 85 kali bentrok dalam catatan resmi. Pertandingan di Jakarta ini akan menjadi pertemuan ke-86 sepanjang sejarah rivalitas Indonesia dan Malaysia.

Dari total tersebut, Malaysia mengoleksi 34 kemenangan, sedangkan Indonesia mencatat 33 kemenangan.

Adapun 18 laga lainnya berakhir imbang. Pertemuan pertama kedua negara tercatat pada 7 September 1958 di ajang Piala Merdeka.

Jika mampu menaklukkan sang rival kali ini, Indonesia akan menyamai jumlah kemenangan Malaysia dalam rekor head to head.


Strategi Herdman vs Tan Cheng Hoe

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mendampingi para pemain asuhannya melawan Singapura dalam laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Laga ini juga menjadi panggung adu taktik antara pelatih Indonesia, John Herdman, dan nakhoda interim Malaysia, Tan Cheng Hoe.

Herdman memiliki jam terbang panjang di level internasional, termasuk keberhasilan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun.

Di kubu seberang, Tan Cheng Hoe bukan sosok baru. Ia pernah menukangi Harimau Malaya pada periode 2018–2022 dan kini kembali dipercaya sebagai pelatih sementara.

Saat memimpin Timnas Malaysia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, Tan dua kali mengalahkan Indonesia.

Kondisi tersebut membuat adu strategi kali ini kian menarik, dengan masing-masing pelatih menyiapkan pendekatan terbaik demi kemenangan dan menjaga peluang melaju ke final.


Gap Nilai Pasar Skuad

Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura dalam laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Komparasi nilai pasar menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua kubu.

Skuad yang dibawa John Herdman memiliki total market value 21,84 juta euro atau sekitar Rp 379,53 miliar.

Sementara itu, total nilai pasar pemain Malaysia berada di angka 7,25 juta euro, setara Rp 126,02 miliar.

Dengan demikian, nilai pasar Indonesia sekitar tiga kali lebih besar ketimbang Malaysia.


Pemain Termahal di Masing-Masing Tim

Kevin Diks mendapatkan peran baru dari Patrick Kluivert untuk menemani Jay Idzes di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Bek asal klub Borussia Monchengladbach itu pun bisa menjalankannya dengan baik. (Bola.com/Abdul Aziz)

Perbandingan juga terlihat pada individu dengan nilai tertinggi di tiap tim.

Pada kubu tuan rumah, Kevin Diks menjadi pemain bernilai pasar paling tinggi. Bek Borussia Monchengladbach tersebut ditaksir 5 juta euro atau sekitar Rp 102,1 miliar.

Di sisi Malaysia, dua nama berada di posisi teratas, yakni Dion Cools dan Arif Aiman. Keduanya masing-masing bernilai 700 ribu euro atau setara Rp 14,3 miliar.

Selisih ini kembali menegaskan kontras nilai pasar antara dua skuad yang akan berduel.

Namun, angka-angka itu tidak secara langsung menentukan hasil pertandingan di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya