Liputan6.com, Washington D.C - Peristiwa sejarah militer Amerika Serikat (AS) mengeksekusi empat orang penduduk asli Amerika yang dinyatakan bersalah usai membunuh Jenderal Perang Saudara, Edward Canby selama Perang Modoc di Oregon terjadi pada 3 Oktober 1873.
Dikutip dari History.com, Sabtu (3/10/2026), Canby adalah pejabat militer dengan pangkat tertinggi dan salah satu dari sedikit jenderal yang tewas di tangan penduduk asli Amerika.
Advertisement
Seperti kebanyakan konflik militer Amerika dengan suku-suku asli, Perang Modoc berawal dari perselisihan tentang tanah. Sebuah perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1864 memaksa sekelompok suku Modoc di bawah kepemimpinan Kintpuash, yang dikenal oleh orang Amerika sebagai Captain Jack, untuk pindah ke wilayah reservasi di Oregon tenggara yang didominasi oleh masyarakat suku Klamath.
Suku Klamath melihat suku Modoc sebagai penyusup yang tidak diinginkan di tanah mereka. Karena frustrasi lantaran perlakuan buruk yang mereka terima dari suku Klamath, Kintpuash dan para pengikutnya meninggalkan wilayah tersebut di tahun 1870 dan kembali ke teritori awal mereka dan menjalani kehidupan tradisional sebagai pemburu-pengumpul.
Namun, selama enam tahun mereka tidak ada, para warga kulit putih sudah membanjiri wilayah suku Modoc sebagai pemukim.
Walaupun Kintpuash berulang kali meyakinkan bahwa rakyatnya hanya ingin kedamaian, banyak orang yang takut dengan para penduduk asli tersebut.
Di tahun 1872, menuruti tekanan publik, AS mengirim pasukan militer untuk mengusir suku Modoc dan memaksa mereka kembali ke reservasi. Ketika sebagian suku Modoc melakukan perlawanan, perang pun terjadi.
Pembunuhan Jenderal Canby
Suku Modoc melarikan diri ke sebuah benteng pertahanan di kawasan Lava Beds di selatan Danau Tule, di mana mereka berhasil menahan serangan pasukan AS selama hampir enam bulan.
Selama bulan-bulan pertama Perang Modoc, Kintpuash sangat menentang perlawanan bersenjata dan terus mencari solusi damai.
Namun, karena tekanan dari kelompok Modoc yang lebih agresif dan menantang kepemimpinannya, ia menyetujui rencana untuk membunuh pemimpin pasukan Amerika, Jenderal Edward Canby.
Pada 11 April 1873, Canby dan dua orang lainnya masuk ke benteng Modoc di bawah bendera gencatan senjata, dengan harapan bisa menegosiasikan penyelesaian damai atas konflik tersebut.
Kintpuash membunuh Canby dan anggota Modoc lainnya membunuh salah satu rekannya. Orang ketiga berhasil melarikan diri untuk melaporkan dengan rinci pengkhianatan suku Modoc.
Marah akibat pembunuhan seorang jenderal Perang Saudara yang dihormati, rakyat Amerika menuntut balasan yang cepat. Angkatan Darat meningkatkan serangannya terhadap suku Modoc dan di awal bulan Juni, Kintpuash serta para pengikutnya berhasil ditangkap.
Setelah menjalani persidangan militer di Fort Klamath, Oregon, Kintpuash dan tiga pemimpin Modoc lainnya dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan dan dihukum gantung.
Akibat Perang Modoc dan pembunuhan Canby, AS mulai menggunakan pendekatan yang lebih agresif saat berhadapan dengan penduduk asli Amerika di seluruh negeri.