Liputan6.com, Jakarta - Joshua Kimmich mengaku tidak puas dengan performanya ketika Timnas Jerman kalah 0-1 dari Yunani pada laga UEFA Nations League 2026/2027, Senin (28/9/2026) dini hari WIB.
Sang kapten, salah satu pemain paling berpengalaman di lapangan, terlibat dalam dua momen yang merugikan Die Mannschaft.
Advertisement
Jerman mengendalikan permainan dalam jangka panjang, namun dominasi bola tak berubah menjadi peluang bersih.
Hasil ini juga menjadi kekalahan pertama Jerman dari Yunani sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.
Dua Aksi Kimmich Berujung Peluang Besar dan Gol
Kimmich menjadi sorotan setelah kesalahan pada awal babak kedua yang memberi Yunani kesempatan besar mencetak gol. Tidak lama berselang, pemain Bayern Munchen itu kembali berada di pusat kejadian yang merugikan timnya.
Pada menit ke-74, tembakan Dimitrios Kourbelis membentur Kimmich, berubah arah, dan mengecoh kiper Jerman, Alexander Nbel. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Yunani.
Kimmich tidak menghindar dari tanggung jawab atas dua momen itu. Ia mengakui performanya belum sesuai harapan dan menyampaikan penilaiannya secara terbuka.
"Rasanya tidak enak setelah tembakan yang membentur saya dan berujung gol. Sebelumnya, saya juga kehilangan bola yang kemudian menghasilkan peluang besar bagi mereka," ujar Kimmich kepada Kerry Hau.
"Saya berusaha memberikan perasaan positif kepada para pemain dan membantu mereka. Namun, jelas masih ada ruang untuk perbaikan," lanjutnya.
Dominasi Jerman Tumpul, Lima Rotasi Dari Klopp
Performa Kimmich mencerminkan persoalan Jerman secara kolektif. Jurgen Klopp melakukan lima perubahan susunan pemain dibandingkan laga sebelumnya yang berakhir imbang melawan Belanda.
Meski kontrol permainan kerap berada di pihak Jerman, mereka kesulitan mengubahnya menjadi peluang matang yang benar-benar menguji pertahanan Yunani.
Kimmich sempat mengancam melalui tendangan bebas pada awal babak kedua, tetapi upaya tersebut belum menghasilkan gol.
Hingga peluit panjang, Die Mannschaft tak juga menemukan gol penyama.
Malam Sulit Sang Kapten Jerman
Bagi Kimmich, duel melawan Yunani menjadi malam yang mengecewakan, baik dari sisi individu maupun dalam kerangka permainan tim.
Sebagai kapten sekaligus figur berpengalaman di skuad Jerman, perannya krusial dalam proyek pembenahan yang sedang dijalankan Klopp.
Kesiapan Kimmich mengakui kekeliruan dipandang sebagai bagian dari proses tersebut. Ia tidak mencari kambing hitam, melainkan langsung mengevaluasi kontribusinya sendiri setelah laga.
Awal Era Klopp Diuji, Evaluasi Menanti
Hasil melawan Yunani bukan awal yang ideal bagi Jerman pada fase awal kepelatihan Klopp. Setelah bermain imbang menghadapi Belanda, mereka kini menelan kekalahan pada partai berikutnya.
Proses membangun tim baru membutuhkan waktu. Kimmich menyadari masih banyak hal yang harus diperbaiki, baik dalam aspek individu maupun kinerja kolektif.
Dengan pengalaman dan statusnya sebagai kapten, sikap terbuka Kimmich dapat menjadi bagian dari dorongan Jerman untuk berkembang di bawah Klopp.
Tantangan berikutnya adalah memastikan evaluasi tersebut benar-benar berbuah perbaikan di pertandingan selanjutnya.
Sumber: Bavarian Football Works