Dewa Budjana Kenang Kolaborasi dengan Guruh Soekarnoputra, Ungkap Harapan untuk Swara Maharddhika

Dewa Budjana menceritakan salah satu kolaborasinya dengan Guruh Soekarnoputra yang cukup berkesan.

oleh Umar Syarifuddien SjadjaahDiterbitkan 27 September 2026, 18:33 WIB
Dewa Budjana di pemakaman Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026) © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Musisi Dewa Budjana membagikan kenangan kolaborasinya bersama mendiang Guruh Soekarnoputra usai menghadiri pemakaman di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Ia mengaku pernah beberapa kali bekerja sama langsung dengan sang budayawan.

Dewa Budjana menceritakan, salah satu kolaborasinya dengan Guruh terjadi bersama grup band GIGI saat membawakan lagu Lelaki Super. Selain itu, ia juga sempat berkolaborasi dengan musisi legendaris Chrisye.

"Beberapa kali sih dengan GIGI, waktu membawakan lagu Lelaki Super. Terus ada lagi yang lainnya dengan Mas Chrisye juga," ujar Dewa Budjana saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Dewa turut menanggapi pernyataan Rano Karno yang menyebut Indonesia kehilangan sosok budayawan besar. Menurutnya, Guruh memang dikenal sebagai seniman yang menguasai berbagai bidang kebudayaan.

"Iya, seperti saya bilang tadi, beliau memang di dunia seni ya. Yang menguasai budaya," kata Dewa Budjana.


Pelopor Musik Indonesia

Ia kembali menegaskan posisi Guruh sebagai pelopor perpaduan musik tradisional dan modern di industri musik pop Tanah Air.

"Kalau saya bilang mungkin hampir sama dengan di India ada Ravi Shankar yang memadukan ke musik barat. Nah, Mas Guruh ini orang pertama yang melakukannya di musik pop," ujar Dewa Budjana.


Harapan & Doa

Dalam kesempatan itu, Dewa Budjana menyampaikan doa untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan menghadapi kepergian Guruh.

"Ya, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan ya, seluruh keluarga," kata Dewa Budjana.

Ia juga berharap Swara Maharddhika, grup kesenian yang didirikan Guruh, tetap dapat melanjutkan aktivitasnya meski sang pendiri telah tiada.

"Dan Swara Maharddhika tetap bisa berjalan tanpa Mas Guruh," pugkas Dewa Budjana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya