IFG dan Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelestarian Budaya

IFG dan Jamkrindo mendorong UMKM naik kelas dengan mengembangkan potensi budaya menjadi karya dan peluang ekonomi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 September 2026, 18:35 WIB
Ruang Resonansi IFG Group 2026 bertema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya” di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, Sabtu (26/9/2026). (Dok Jamkrindo)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia Financial Group (IFG) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat kolaborasi untuk mendorong UMKM dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan kekayaan budaya sebagai sumber inspirasi dan peluang usaha.

Sinergi tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat ekosistem agar UMKM dapat tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan melalui kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 bertema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya”. 

Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana menjelaskan, Ruang Resonansi menjadi wadah yang mempertemukan warisan budaya, generasi muda, seniman, komunitas, UMKM, hingga dunia usaha.

Ia menilai warisan budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Kekayaan budaya dapat menjadi sumber gagasan yang terus dikembangkan untuk melahirkan karya dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026). 

Asep juga menyampaikan tiga pesan kepada generasi muda. Pertama, mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi. Kedua, memastikan kebebasan berkarya berjalan bersama tanggung jawab dengan menghargai karya dan pelaku budaya. Ketiga, memperkuat kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.

Ia turut mengajak IFG Group, Jamkrindo, serta para mitra untuk membuka akses yang lebih luas agar masyarakat dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan kesempatan bagi talenta dan pelaku UMKM lokal.

 

UMKM Perlu Penguatan Ekosistem

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas serta daya saing.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menilai Ruang Resonansi turut memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan finansial secara tepat dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan budaya mempunyai peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pembiayaan. Penguatan ekosistem juga diperlukan agar pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

 

Jamkrindo Masuk ke Penjaminan

“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG,” ujarnya.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan budaya dan UMKM mempunyai hubungan yang erat. Kekayaan budaya Indonesia, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga produk kreatif lokal, banyak yang terus berkembang melalui aktivitas pelaku UMKM.

“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” ujar Abdul Bari.

Menurutnya, Jamkrindo mengambil peran melalui bisnis penjaminan untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.

“Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas,” kata Abdul Bari.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya