Jakarta Dapat Suntikan Rp 2,11 Triliun, Ini 7 Proyek yang Dibiayai

Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,11 triliun untuk Jakarta.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 26 September 2026, 19:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,11 triliun untuk membiayai tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta.

Pembiayaan tersebut terdiri dari Rp 1 triliun yang disediakan Bank Jakarta dan dukungan maksimal Rp 1,11 triliun dari PT SMI. Dana itu akan digunakan untuk membiayai proyek yang mencakup transportasi, hunian, hingga infrastruktur pengendalian banjir.

Pramono mengatakan skema pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov DKI untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan, sehingga proyek infrastruktur prioritas tidak hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Menurut Pramono tujuh kegiatan yang masuk dalam pembiayaan sindikasi tersebut meliputi pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.

Pembiayaan juga mencakup pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Proyek-proyek tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Flyover Latumeten diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, sedangkan pembangunan dua rumah susun ditujukan untuk menambah ketersediaan hunian bagi masyarakat.

Sementara itu, pembangunan waduk, situ, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir berkaitan dengan kapasitas Jakarta dalam mengendalikan banjir dan menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim.

Direktur Utama (Dirut) Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pembiayaan bersama PT SMI menjadi bagian dari dukungan Bank Jakarta terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di ibu kota

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Dia menyebut bahwa Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan skema pembiayaan bagi program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Di sisi lain, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pembiayaan yang inovatif dan kolaboratif.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Ia berujar bahwa kerja sama dengan Bank Jakarta juga dapat menjadi salah satu model pembiayaan yang dapat diterapkan pemerintah daerah (Pemda) lain, dengan menyesuaikan kebutuhan proyek dan kapasitas keuangan masing-masing daerah.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp 37,19 triliun. Dari jumlah itu, outstanding pembiayaan tercatat Rp 13,67 triliun.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya