Dewa Budjana Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra, Sebut Karyanya Sangat Visioner

Dewa Budjana mengenang Guruh Soekarnoputra sebagai inovator yang memadukan budaya tradisi Indonesia dengan musik pop.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 26 September 2026, 18:50 WIB
Dewa Budjana kenang Guruh Soekarnoputra (Kapanlagi.com)

Liputan6.com, Jakarta - Musisi Dewa Budjana turut menghadiri pemakaman budayawan Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Ia memberikan kesan mendalam soal sosok Guruh dalam dunia musik Tanah Air.

Gitaris band GIGI ini menyebut Guruh sebagai inovator yang berhasil memadukan unsur budaya tradisi Indonesia ke dalam musik pop. Menurutnya, karya-karya tersebut belum ada penggantinya hingga saat ini.

"Beliau itu inovator ya di dalam komposisi, memadukan budaya tradisi Indonesia jadi lagu pop, dan belum pernah ada gantinya sampai sekarang," ujar Dewa Budjana saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

"Karya-karyanya sangat bagus sekali. Saya sih kebetulan ngikutin dari awal Guruh Gipsy, saya sangat terinspirasi banget dengan karya-karyanya," sambungnya.


Seniman yang visioner

Foto perayaan ulang tahun Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum. yang ke 88 (Deki Prayoga/bintang.com)

Dewa Budjana menyebut dua karya Guruh yang menurutnya paling visioner, yaitu Indonesia Maharddhika dan Chopin Larung. Ia menilai kedua karya itu sudah menggambarkan kondisi Bali jauh sebelum masanya.

"Karya Indonesia Maharddhika sih, sama Chopin Larung. Itu yang paling buat saya visioner banget. Karena udah melihat Bali saat ini tuh, beliau udah nulis dari dulu, ya," kata Dewa Budjana.

Dewa turut membandingkan sosok Guruh dengan musisi legendaris asal India, Ravi Shankar, yang dikenal memadukan musik tradisional dengan musik barat. Menurutnya, Guruh adalah orang pertama yang melakukan hal serupa di ranah musik pop Indonesia.

"Kalau saya bilang mungkin hampir sama dengan di India ada Ravi Shankar yang memadukan ke musik barat. Nah, Mas Guruh ini orang pertama yang melakukannya di musik pop," ujar Dewa Budjana.


'Surya Tenggelam' Jadi Karya Favorit Dewa Budjana

Soal karya favorit, Dewa menyebut lagu Surya Tenggelam sebagai salah satu yang populer. Namun ia mengaku lebih menyukai lagu Renjana yang dibawakan Grace Simon meski kurang dikenal luas.

"Saya lagu favoritnya apa, ya? Banyak lagu. Kalau yang pop kan kaya Surya Tenggelam, atau saya paling suka sih dulu Renjana sebetulnya, ya. Yang dinyanyikan Grace Simon, tapi mungkin nggak terlalu populer, ya," kata Dewa Budjana.

Dewa turut menanggapi soal lokasi pemakaman Guruh yang berada tepat di samping makam sang ibunda, Fatmawati. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pihak keluarga.

"Ya mungkin itu udah dari keluarga kan, baguslah, ya," tutup Dewa Budjana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya