Liputan6.com, Jakarta - Musisi Addie MS dan penari senior Memes berbagi kenangan tentang kedekatan mereka dengan budayawan Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga mengenang kisah asmara yang bermula di sanggar milik Guruh.
Addie MS menceritakan awal pertemuannya dengan Memes. Saat itu Memes masih menjadi penari di grup Swara Maharddhika pimpinan Guruh.
Advertisement
"Saya ke sini jemput Memes habis latihan, habis itu baru kita dating," ujar Addie MS saat ditemui di Jalan Sriwijaya 26, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Banyak Belajar dari Guruh Soekarnoputra
Memes turut bernostalgia tentang masa remajanya bergabung dengan Swara Maharddhika sejak tahun 1980. Ia mengaku banyak belajar seni dan kedisiplinan langsung dari Guruh.
"Saya dulu di Swara Maharddhika. Ini masa remaja saya di Sriwijaya 26 ini. Angkatan sembilan, saya masuk tahun '80. Jadi saya belajar menari, belajar kebudayaan, belajar organisasi, belajar disiplin," kata Memes.
Momen Berkesan Bersama Mendiang Semasa Hidup
Selain sebagai penari, Addie MS juga mengenang perannya sebagai musisi muda yang dipercaya menggarap karya-karya Guruh. Salah satu momen berkesan yakni saat ia dipercaya mengaransemen lagu ciptaan Guruh untuk album Chrisye.
"Tahun '84 itu saya pertama kali dipercayakan membuat album Chrisye. Nah itu saya beruntung dapat kesempatan membuat aransemen karya Guruh Soekarnoputra ini, yaitu lagu 'Sendiri' tahun '84," ujar Addie MS.
Musisi yang Konsisten Suarakan Semangat Kebudayaan
Addie MS juga mengenang sosok Guruh sebagai musisi yang konsisten menyuarakan semangat kebudayaan Indonesia. Menurutnya, semangat itu selalu tercermin dalam setiap karya dan gaya berbusana Guruh.
"Di awal karier saya itu, saya ingat satu tokoh musik saat itu yang bukan hanya saya kagum karena musikalitasnya, tetapi semangat ke-Indonesia-annya. Dia selalu bicara soal batik, soal adab, etika Indonesia," kata Addie MS.
"Rumahnya sudah mau jadi cagar budaya ya sekarang. Jadi ya senang pernah merasakan suasana Mas Guruh," kata Memes.