Aki Auxiliary pada Mobil Listrik Lemah, Ini Risiko yang Bisa Terjadi

Pada mobil listrik, terdapat dua sumber kelistrikan utama, yaitu baterai utama (LFP atau NMC) dan auxiliary battery

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 26 September 2026, 17:11 WIB
Talkshow mengenai aki mobil listrik di booth Astra Otoparts di ajang Automechanika Jakarta 2026. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik tidak hanya mengandalkan baterai lithium sebagai sumber tenaga utama. Di balik sistem penggeraknya, kendaraan listrik juga memiliki aki auxiliary yang berperan penting dalam menyuplai kebutuhan kelistrikan berbagai fitur kendaraan.

Pada mobil listrik, terdapat dua sumber kelistrikan utama. Pertama adalah lithium battery yang berfungsi sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan kendaraan. Kedua, auxiliary battery yang mendukung sistem kelistrikan lainnya, seperti head unit, sensor, door lock, dan sejumlah komponen elektronik kendaraan.

Melihat kebutuhan tersebut, GS Astra menghadirkan GS Astra EV Auxiliary Battery, aki yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan kelistrikan auxiliary pada kendaraan listrik.

Produk tersebut diperkenalkan GS Astra dalam ajang GIIAS 2026. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari upaya GS Astra menghadirkan solusi energi yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan elektrifikasi.

Senior Expert Product Engineering GS Battery, Aditya Yulianto, mengatakan kondisi aki auxiliary turut berpengaruh terhadap pengoperasian kendaraan listrik.

Menurut dia, ketika performa aki auxiliary sudah tidak maksimal, sejumlah sistem pada kendaraan listrik dapat mengalami gangguan.

"Paling fatal ketika aki auxiliary sudah habis dayanya, maka semua fitur yang menggunakan aki auxiliary secara otomatis tidak dapat digunakan," jelas Aditya di arena Automechanika Jakarta 2026, PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (26/9/2026).

Berdasarkan data yang diperoleh GS Battery, sistem aki auxiliary juga berkaitan dengan pengoperasian modul kontrol dan kontaktor yang berfungsi sebagai saklar pada lithium battery.

"Oleh karena itu, ketika aki auxiliary kehilangan daya, sistem pengoperasian kendaraan dapat terganggu sehingga kendaraan tidak dapat beroperasi," kata Aditya.

Artinya, meski baterai lithium sebagai sumber tenaga utama masih memiliki daya, kendaraan tetap membutuhkan sistem kelistrikan auxiliary untuk mendukung proses pengoperasiannya.

 

Punya Tiga Tipe Aki EV Auxiliary

Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik yang beredar di Indonesia, GS Astra menghadirkan tiga tipe EV Auxiliary Battery.

Produk tersebut memiliki kapasitas berbeda dan kompatibel dengan sejumlah model kendaraan listrik, yakni 36 Ah untuk Wuling Air ev, 36 Ah untuk Wuling Binguo EV, serta 47 Ah untuk Wuling Cloud EV, Jaecoo J5 EV, dan Omoda E5 EV.

Dengan pilihan tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat menyesuaikan aki auxiliary dengan spesifikasi dan kebutuhan kendaraannya.

Untuk harganya, GS Astra EV Auxiliary Battery ditawarkan mulai dari Rp 1.198.000 hingga Rp 1.299.000.

GS Astra juga memperluas akses terhadap produk tersebut melalui jaringan distribusinya. Aki EV Auxiliary Battery tersedia di sekitar 16 ribu retailer partner serta 600 jaringan modern retailer PT Astra Otoparts Tbk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya