Kisah Cinta Guruh Soekarnoputra dengan Sabina Guseynova, Berawal dari Seni

Kisah cinta Guruh Soekarnoputra adalah salah satu bukti cinta datang pada pandangan pertama. Baca selengkapnya di sini yuk...

oleh Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 26 September 2026, 09:33 WIB
Guruh Soekarnoputra dan Sabina Guseynova © KapanLagi.com

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang hidupnya, Guruh Soekanoputra hanya menikah satu kali. Kisah cintanya pun terbilang cukup unik. Putra bungsu Presiden Soekarno tersebut pernah mempersunting perempuan asal Uzbekistan, Sabina Guseynova. Kisah cinta keduanya bermula dari panggung seni hingga akhirnya berlanjut ke pelaminan di Uzbekistan dan Indonesia.

Guruh Soekarno Putra dan Sabina Guseynova pertama kali bertemu pada April 2002 di Pyongyang, Korea Utara. Keduanya berada di sana untuk mengikuti The April Spring Friendship Art Festival, sebuah festival seni yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara.

Saat itu, Guruh memimpin rombongan kesenian Indonesia melalui GSP Production. Sementara Sabina tampil sebagai penari yang mewakili delegasi Uzbekistan.

Pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Guruh. Ia mengaku langsung terpikat ketika melihat Sabina menari di atas panggung. Guruh bahkan menggambarkan perasaannya saat itu seperti "kesetrum". Kesamaan mereka di dunia seni kemudian menjadi salah satu hal yang mempererat hubungan keduanya.


Sabina Diperkenalkan kepada Megawati

Usai festival di Pyongyang, hubungan keduanya berkembang dengan cukup cepat. Guruh kemudian mengundang Sabina untuk datang ke Indonesia dan menghadiri Jakarta Fair.

Dalam kunjungan tersebut, Guruh memperkenalkan Sabina kepada keluarganya, termasuk sang kakak, Megawati Soekarnoputri, yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa hubungan Guruh dan Sabina bukan sekadar perkenalan biasa. Tidak lama kemudian, keduanya mengambil langkah menuju jenjang pernikahan.


Dilamar dan Menikah dalam Waktu Singkat

Pada 19 September 2002, Guruh terbang ke Uzbekistan, di sana, ia melamar Sabina. Hanya sehari berselang, tepatnya pada 20 September 2002, keduanya melangsungkan akad nikah secara Islam di Tashkent, Uzbekistan.

Ketika menikah, Guruh berusia 49 tahun, sedangkan Sabina berusia 22 tahun. Keduanya terpaut usia 27 tahun. Mahar yang diberikan Guruh juga terbilang unik karena memadukan unsur agama dan sejarah. Ia memberikan sebuah Al-Qur'an, buku Di Bawah Bendera Revolusi, serta buku otobiografi Presiden Soekarno. Pernikahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan resepsi besar di Indonesia.


Resepsi Adat Jawa yang Dihadiri Ribuan Tamu

Pada 19-20 Oktober 2002, Guruh dan Sabina menggelar pesta pernikahan dengan adat Jawa di kediaman keluarga, Rumah Ibu Fatmawati, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Pesta tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 2.500 tamu. Besarnya jumlah tamu bahkan membuat sebagian ruas jalan di sekitar lokasi turut terdampak.

Lanjut Baca:

Sabina tampil dalam balutan kebaya merah hati khas pengantin Jawa. Pernikahan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup mendapat perhatian publik karena mempertemukan sosok seniman Indonesia dengan perempuan Uzbekistan yang juga memiliki latar belakang seni.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya