Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya Maxime Bouttier, Raihaanun, dan Hamish Daud, Baby Kristami juga hadir Dalam acara berjudul “An After Office Date with Maxime Bouttier” yang dihelat di kawasan Jakarta pada Kamis, (24/9/2026).
Dalam momen tersebut Baby menjelaskan tantangannya dalam mendalami karakter Clara dalam serial Tante Sonya. Bukan hanya tentang sifat karakter namun juga mengulik tentang hal yang membentuk sifat Clara.
Advertisement
“Pengalaman yang serunya karena Clara sama Baby itu beda banget. Tidak sama sama sekali. Jadi pendekatannya tuh mungkin lebih challenging, terus juga aku lebih belajar tentang kenapa sih motivasinya Clara tuh bisa jadi orang ketiga,” kata Baby Kristami.
Karena merasa asing dengan sifat Clara, ia jadi memiliki semangat untuk mencari berbagai kemungkinan yang mendasari tingkah laku karakter yang ia mainkan dalam series itu
“Terus juga lebih mau tahu Klara ini apakah ada daddy issue, jadi dalam gitu loh aku cari tahu tentang kenapa Clara begitu. Gitu, karena gak relate,” ucap sang aktris.
Tontonan Mama Baby Kristami
Sebelum itu, Baby Kristami juga menyebutkan alasan tersendirinya bergabung dalam serial WeTV Tante Sonya yaitu sebuah remake dari cerita zaman dulu yang ditonton sang mama.
“Waktu pertama kali aku tahu aku tergabung di keluarga Tante Sonya series ini pasti senang banget karena cast-nya bagus-bagus, terus juga jalan ceritanya bagus, ditambah ini juga tontonan mamaku dulu. Tante Sonya kan ini remake ya dari sinetronnya zaman dulu. Jadi senang banget pastinya ditambah lagi di-direct sama Mas Ardy yang aku juga udah kenal sebelum dari series ini Tante Sonya,” ungkap Baby.
Baby Ingin Ajak Tante Sonya Ke Dufan
Ketika dirinya ditanya ingin hangout dengan karakter siapa dalam series baru itu, Baby menjawab ingin mengajak Sonya jalan-jalan ke dufan untuk meruntuhkan kekakuan karakter itu.
“Aku pilih Tante Sonya. Ke Dufan. Biar luwes, enggak kaku-kaku banget gitu,” kata Baby.
Ia pun menjelaskan alasan lebih lengkap mengapa dirinya memilih jalan-jalan dengan Sonya.
“Naik Istana Boneka ya kan yang memeluk mungkin inner child-nya dia,” ucap dia.
Tentang Perempuan dan Rasa Insecure
Diberitakan sebelumnya, Executive Producer and Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menyebut Catatan Harian Tante Sonya adalah intelectual property dari dekade 1990-an yang ikonis. Kali pertama ditawari pihak Rapi Films, ia langsung tertarik.
“Kami langsung tertarik karena ceritanya unik, tentang perempuan. Majority of audience kami perempuan, tapi ini perempuannya perempuan paruh baya, sudah berusia. Kami juga melihat perempuan yang sudah berusia biasanya insecure,” Febriamy Hutapea.
Insecure yang dimaksud misalnya, merasa tidak layak lagi untuk dicintai, ragu karena usia yang meninggi, dan faktor trauma masa lalu. Serial Tante Sonya menyuarakan bahwa perempuan, berapa pun usianya berhak mendapat kesempatan dan cinta.
“Di serial ini nanti penonton bisa melihat bahwa perempuan boleh dicintai lagi. Perempuan paruh baya, perempuan yang sudah dianggap lewat waktunya, layak dicintai untuk merasa bahagia lagi dan diperjuangkan pria yang lebih muda,” pungkasnya.