Kuota LPG 3 Kg 2027 Dipatok 8 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Alternatif

Pemerintah menyiapkan alternatif LPG 3 kg seperti CNG, kompor listrik, dan jaringan gas untuk menekan konsumsi LPG bersubsidi.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 25 September 2026, 16:20 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika di Kementerian ESDM. (Liputan6.com/Arief Rahman H)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah alternatif untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg. Langkah tersebut dilakukan di tengah konsumsi LPG bersubsidi yang diproyeksikan masih melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah.

Alternatif yang disiapkan antara lain compressed natural gas (CNG) 3 kg, kompor listrik, pembangunan jaringan gas (jargas), hingga pengembangan pipa transmisi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan penggunaan alternatif tersebut mulai dipersiapkan untuk mendukung pengurangan konsumsi LPG 3 kg.

“Nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan, CNG dan seterusnya,” ujar Erani ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati volume LPG 3 kg dalam APBN 2027 sebesar 8 juta metrik ton.

Jumlah tersebut lebih rendah dari usulan awal pemerintah sebesar 8,9 juta metrik ton. Penetapan kuota ini menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan LPG 3 kg diperkirakan masih berada di atas batas tersebut.

Erani mengatakan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan memastikan pasokan energi di dalam negeri tetap tersedia dengan harga yang stabil.

“Nah itu, sementara untuk tahun depan, kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk LPG itu 8 juta (metrik ton),” kata Erani.

 

Prediksi Penyaluran LPG 2026

Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg saat libur panjang. (Foto: Pertamina)

Kebutuhan untuk mengendalikan konsumsi LPG 3 kg terlihat dari proyeksi penyaluran pada 2026. Kementerian ESDM sebelumnya memperkirakan konsumsi LPG 3 kg tahun ini mencapai 8,6 juta ton.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuota LPG 3 kg yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 8 juta ton.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan realisasi penyaluran LPG 3 kg hingga Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton dari kuota 8 juta ton.

Berdasarkan perkembangan tersebut, pemerintah memperkirakan penyaluran LPG 3 kg hingga akhir 2026 mencapai 8,677 juta ton.

Jumlah itu setara dengan 108,46 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Laode juga menyampaikan konsumsi LPG 3 kg pada 2027 berpotensi lebih tinggi dibandingkan realisasi 2026.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk mengendalikan pertumbuhan konsumsi LPG bersubsidi. Salah satunya melalui diversifikasi sumber energi yang dapat digunakan masyarakat.

CNG 3 kg, kompor listrik, serta pembangunan jaringan gas menjadi beberapa alternatif yang tengah dipersiapkan pemerintah.

 

Volume LPG 3 Kg APBN 2027

PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional menyambut libur panjang Idul Adha 2026. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Pengembangan alternatif energi tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan LPG 3 kg sekaligus membantu pemerintah menekan ketergantungan terhadap LPG impor.

Pemerintah juga perlu memastikan infrastruktur pendukung tersedia agar masyarakat memiliki pilihan energi yang dapat digunakan sebagai pengganti LPG 3 kg.

Salah satunya melalui pembangunan jaringan gas dan pipa transmisi. Infrastruktur tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sebagai sumber energi.

Di sisi lain, pemerintah dan DPR RI telah menyepakati volume LPG 3 kg untuk APBN 2027 sebesar 8 juta metrik ton. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan kuota LPG 3 kg dalam APBN 2026.

Penetapan kuota yang sama di tengah proyeksi konsumsi yang berpotensi meningkat membuat pemerintah perlu memperkuat langkah pengendalian konsumsi.

Selain menjaga ketersediaan energi, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dengan menyiapkan CNG, kompor listrik, jaringan gas, dan pipa transmisi, pemerintah berharap penggunaan energi dapat semakin beragam. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan konsumsi LPG 3 kg secara bertahap tanpa mengganggu pasokan energi masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya