Tembok Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Paris, Diduga Bagian dari Benteng Lutetia

Bentangan tembok berukuran 20 meter ini diduga berasal dari masa Gallo-Romawi.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 10 Oktober 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi Paris. (dok. Dimitar DILKOFF / AFP)

Liputan6.com, Paris - Sebuah tembok kuno ditemukan di bawah Paris digambarkan sebagai "terobosan besar" oleh Kementerian Kebudayaan Prancis, dengan penemuan arkeologis tersebut kemungkinan mengonfirmasi lokasi pemukiman asli kota tersebut.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (10/10/2026), bentangan tembok sekitar 20 meter yang berasal dari masa Gallo-Romawi ditemukan di Paris pada musim panas ini di bawah sebuah bangunan di Ile de la Cite, tidak jauh dari Katedral Notre Dame di jantung ibu kota Prancis.

Penemu meyakini bangunan yang terbuat dari batu dan kayu ini sebagai bagian dari tembok benteng Lutetia, nama kuno untuk Paris, yang suku Parisii dari Galia yang tinggal di sepanjang Sungai Seine pada Zaman Besi bangun.

Ile de la Cite secara tradisional dianggap sebagai pusat Lutetia, tapi sebuah teori lain yang didukung oleh beberapa penelitian arkeologi, menyatakan pusat Lutetia sebenarnya berada di Nanterre, sebuah pinggiran kota di sebelah barat.

"Kami mungkin sedang melihat salah satu penemuan sisa-sisa terpenting yang pernah ditemukan untuk memahami Lutetia di Galia," tutur Menteri Kebudayaan Catherine Pegard dalam sebuah pernyataan di hari Rabu.

"Prinsip kehati-hatian ilmiah mengharuskan kami untuk memverifikasi fungsi dan kronologinya, tapi keselarasan bukti-bukti yang ada sangat mencolok di tahap ini."

Lutetia pertama kali disebut pada buku ketujuh dari seri Perang Galia karya Julius Caesar. Di dalamnya, mereka menyebut kota tersebut berada di sebuah pulau di Sungai Seine, sebuah deskripsi samar yang memicu munculnya banyak teori tentang lokasinya.

Dinding tersebut, yang ditemukan dalam proses penggalian di bawah Rumah Sakit Hotel-Dieu, menunjukkan adanya bekas kebakaran, yang mungkin sesuai dengan catatan Caesar bahwa bangsa Galia membakar kota mereka sendiri sebelum Pertempuran Lutetia melawan bangsa Romawi.

Kementerian tersebut menyampaikan, berdasarkan penanggalan karbon pada bukti yang hangus, penemuan tersebut diperkirakan berasal dari periode antara 200 SM hingga 10 SM, rentang waktu yang mencakup Pertempuran Lutetia di tahun 52 SM.

Ile de la Cite adalah pulau terbesar di Sungai Seine di wilayah Paris yang menjadi pusat pemukiman Romawi Lutetia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya