Liputan6.com, Jakarta - Renault kembali menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan warisan otomotif klasik melalui kendaraan listrik modern. Setelah menghadirkan kembali R4 dan R5 dalam format mobil listrik, pabrikan asal Prancis tersebut memperkenalkan Renault 8 Gordini Concept.
Dilansir dari Carscoops, Senin (28/9/2026), Renault 8 Gordini Concept merupakan mobil konsep berwujud coupe listrik dua tempat duduk yang mengambil inspirasi dari Renault 8 Gordini, sedan performa bermesin belakang yang pertama kali diperkenalkan pada 1964.
Advertisement
Mobil konsep ini tidak diproyeksikan untuk masuk ke jalur produksi massal. Kendati demikian, Renault menyebut bahasa desain yang diusungnya akan memberikan pengaruh terhadap identitas sejumlah model Renault di masa mendatang.
Renault 8 Gordini Concept mempertahankan sejumlah elemen visual yang mengingatkan pada sosok "La Gorde", julukan untuk Renault 8 Gordini generasi awal.
Desain bodinya mengusung semangat café racer dengan proporsi rendah dan lebar. Material serat karbon digunakan pada konstruksi bodinya, sementara dimensinya memiliki panjang 4,12 meter, lebar 1,88 meter, dan tinggi 1,27 meter.
Mobil konsep ini berdiri di atas pelek alloy berukuran 19 inci di bagian depan dan 20 inci di belakang. Perbedaan ukuran tersebut semakin menegaskan karakter sporty yang ingin ditampilkan Renault.
Ciri khas Renault 8 Gordini juga terlihat melalui kelir biru yang dipadukan dengan dua garis balap berwarna putih.
Pada bagian depan, Renault tidak menggunakan grille konvensional. Sebagai gantinya, terdapat enam lampu LED berbentuk bulat yang disusun dengan gaya menyerupai huruf V.
Beranjak ke bagian belakang, desainnya dilengkapi floating C-pillar, spoiler atap, kisi-kisi ventilasi, serta diffuser berukuran besar.
Kabin Minimalis Tanpa Layar Sentuh Besar
Masuk ke interior, Renault justru menghindari tren penggunaan layar sentuh berukuran besar yang kini banyak ditemukan pada mobil modern.
Renault 8 Gordini Concept mengandalkan pendekatan minimalis dengan sejumlah kontrol fisik. Dasbornya dihiasi strip aluminium yang menjadi tempat enam dial berbentuk bundar dengan bezel tebal.
Konsol tengah juga menggunakan material aluminium dan dilengkapi sejumlah sakelar fisik. Sementara itu, pengemudi dan penumpang mendapatkan sepasang bucket seat yang dibalut kombinasi kain korduroi hitam-biru dan Alcantara.
Pendekatan tersebut memberikan perpaduan antara nuansa analog dari mobil klasik dengan teknologi elektrifikasi modern.
Berbeda dari Renault 8 Gordini asli yang menggunakan mesin pembakaran internal di belakang, Renault 8 Gordini Concept mengandalkan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang.
Motor listrik tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 266 HP atau sekitar 198 kW/270 PS.
Tenaga kemudian disalurkan langsung ke roda belakang atau menggunakan konfigurasi rear-wheel drive (RWD).
Kombinasi motor listrik bertenaga besar, bodi rendah, dan penggerak roda belakang membuat konsep ini tetap mempertahankan karakter performa yang menjadi bagian penting dari identitas Renault 8 Gordini.
Lahir dari Ratusan Sketsa
Di balik desain Renault 8 Gordini Concept terdapat proses kreatif yang cukup panjang. Wakil Presiden Desain Renault, Alexandre Malval, mengungkapkan bahwa proyek tersebut berawal dari gairah tim desain yang menghasilkan lebih dari 300 sketsa.
"Tujuan kami adalah membangkitkan emosi dengan menggabungkan warisan sejarah dan era modern, menyatukan ikon masa lalu dan masa depan," ujar Alexandre Malval.
Renault 8 Gordini Concept juga menjadi kelanjutan dari sejumlah proyek yang menggabungkan warisan model klasik dengan pendekatan desain modern, seperti R17 x Ora Ïto dan Renault 5 Diamant.
Setelah diperkenalkan, Renault 8 Gordini Concept dijadwalkan tampil di Renault Carwalk sebelum dipamerkan dalam Paris Motor Show.
Usai rangkaian pameran tersebut, mobil konsep ini akan disimpan di Renault Collections Museum di Flins, Prancis.
Dengan demikian, Renault 8 Gordini Concept bukan sekadar studi desain kendaraan listrik. Mobil ini juga menjadi cara Renault menerjemahkan salah satu ikon performanya dari era 1960-an ke dalam bahasa desain dan teknologi masa kini.