Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri startup coding AI Cognition, Steven Hao (30), telah menjadi orang terkaya paling muda di daftar 400 orang terkaya di Amerika Serikat. Kekayaannya mencapai US$ 5,8 miliar, atau Rp 103,9 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.930).
Melansir VnExpress, Senin, (28/9/2026), Hao debut di datar 400 Forbes 2026 setelah nilai Cognition melesat ke US$ 48 miliar, atau Rp 860,6 triliun seiring putaran pendanaannya bernilai US$ 2 miliar, atau Rp 35,8 triliun bulan ini.
Advertisement
Dia menjadi orang termuda di daftar tahun ini, mendahului pendiri Anduril, Palmer Luckey (33), yang memiliki kisaran kekayaan bersih US$ 5,9 miliar, atau Rp 105,7 triliun, menurut Forbes.
Hao adalah salah satu dari 34 pendatang baru daftar ini, yang dirilis pada Selasa, 22 September 2026. Kekayaan minimum untuk masuk daftar ini mencapai rekor US$ 4,4 miliar, atau Rp 78,8 triliun, dengan kekayaan bersih yang dikalkulasi hingga 4 September 2026.
Didirikan pada 2023, Cognition dikenal karena agen coding AI-nya, Devin, yang dapat menulis dan memperbaiki software. Pelanggannya termasuk Citibank dan perusahaan fintech Ramp.
Hao adalah salah satu pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Cognition, sekaligus pemegang saham pendiri terbesar di perusahaan tersebut. Rekan-rekan pendirinya, CEO Scott Wu dan Chief Product Officer (CPO) Walden Yan, juga menjadi miliarder setelah putaran pendanaan terbaru perusahaan, namun kekayaan keduanya belum cukup untuk masuk daftar Forbes 400.
Estimasi Kekayaannya Bertambah Empat Kali Lipat Saat Nilai Cognition Merangkak Naik
Perusahaannya dinilai US$ 10,2 miliar (Rp 182,8 triliun) setelah putaran pendanaan senilai US$ 400 juta (Rp 7,1 triliun) pada September 2025. Lalu, perusahaan mendapat lebih dari US$ 1 miliar (Rp 17,9 triliun) pada penilaian perusahaan sebesar US$ 26 miliar (Rp 466,1 triliun) pada Mei 2026, menurut Bloomberg.
Pada Agustus, Cognition mendiskusikan putaran pendanaan berikutnya dengan investor-investor yang bisa memberinya nilai setidaknya US$ 40 miliar (Rp 717,2 triliun). Bulan ini, perusahaan tersebut meraup US$ 2 miliar (Rp 35,8 triliun) pada penilaiannya sebesar US$ 48 miliar (Rp 860,6 triliun).
Naik daunnya Hao tiba saat maraknya AI menciptakan generasi baru miliarder muda AS.
10 orang di bawah usia 40 tahun masuk dalam daftar Forbes 400, naik dari angka tahun lalu yang hanya empat. Tujuh di antaranya adalah pendatang baru, dan semuanya membangun kekayaannya melalui bisnis yang berkaitan dengan AI. 10 orang termuda dalam daftar itu memiliki kekayaan gabungan US$ 169 miliar (Rp 3.030 triliun).
Perjalanan Hao dalam AI Dimulai dengan Pemrograman Kompetitif
Dia memenangkan medali emas di Olimpiade Internasional bidang Informatika pada 2014. Wu dan Yan juga merupakan pemenang medali emas dari kompetisi pemrograman untuk siswa menengah atas, dan ketiganya bertemu dalam lingkaran kompetisi pemrograman.
Hao merupakan lulusan sarjana sains komputer dan matematika Massachusetts Institute of Technology tahun 2018, berdasarkan profil LinkedIn-nya.
Lalu, dia mulai menjadi software engineer di Scale AI, perusahaan pelabelan data yang didirikan bersama oleh miliarder Alexandr Wang, dan ia tetap bekerja di sana hingga tahun 2022.
Forbes pertama memprediksi Hao akan menjadi miliarder pada Januari, saat Cognition diberi nilai US$ 10,2 miliar (Rp 182,8 triliun). Dokumen keuangan yang ditinjau majalah tersebut kala itu meletakkan kekayaannya di kisaran angka US$ 1,3 miliar (23,3 triliun) berdasarkan nilai sahamnya di perusahaan miliknya.