Liputan6.com, Jakarta - Barcelona mengawali musim 2026-27 dengan performa spektakuler. Delapan kemenangan beruntun menjadi catatan sempurna, sementara Raphinha mencetak rekor klub dengan 12 gol dalam delapan pertandingan pertama La Liga.
Start tersebut tentu belum menjamin trofi pada akhir musim. Namun, performa awal Barcelona bukan sekadar hasil dari keberuntungan karena sejumlah angka menunjukkan fondasi permainan yang membuat mereka tampil konsisten.
Advertisement
Mulai dari intensitas pressing, efektivitas penyelesaian akhir hingga performa saat bermain tandang, ada beberapa statistik yang membantu menjelaskan mengapa tim asuhan Hansi Flick mampu tampil begitu agresif di La Liga dan Liga Champions musim ini.
Etos Kerja Jadi Fondasi Utama
Dalam tujuh pertandingan pertama La Liga, Barcelona mencatat jarak tempuh sekitar 21 kilometer lebih banyak dibandingkan Real Madrid sebagai sebuah tim. Angka tersebut memperlihatkan tingginya intensitas yang diterapkan pasukan Flick.
Peningkatan tersebut juga terlihat dari kontribusi pemain depan ketika kehilangan bola. Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memberikan energi tambahan melalui kemampuan berlari dan melakukan pressing, sementara Raphinha juga dikenal memiliki etos kerja tinggi.
Pressing Barcelona Semakin Efektif
Barcelona bukan hanya berlari lebih banyak, tetapi juga melakukannya dalam situasi yang memiliki nilai penting. Para penyerang kini lebih aktif membantu pertahanan sehingga tekanan terhadap lawan dimulai dari lini depan.
Dampaknya, bek Barcelona tidak terlalu sering dipaksa berlari mundur dalam situasi darurat untuk mengejar bola di belakang garis pertahanan. Pola tersebut membantu tim mempertahankan tekanan sekaligus mengurangi situasi berbahaya.
Produktivitas Melebihi Ekspektasi
Barcelona telah mencetak 36 gol sejauh musim ini. Rata-rata mereka mencapai 4,5 gol per pertandingan, sedangkan angka expected goals atau xG berada di 3,67.
Perbedaan tersebut menunjukkan peningkatan dalam penyelesaian akhir. Barcelona sebelumnya sudah mampu menciptakan banyak peluang di bawah Flick, tetapi kini mereka juga semakin efektif dalam mengubah peluang menjadi gol.
Di sisi pertahanan, Barcelona kebobolan rata-rata satu gol per laga dari xG lawan sebesar 1,05. Artinya, jumlah gol yang masuk hampir sesuai dengan kualitas peluang yang diberikan kepada lawan.
Pertahanan Tak Harus Selalu Clean Sheet
Flick tidak membangun strategi dengan menjadikan clean sheet sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pertahanan. Yang lebih penting adalah mengurangi kesalahan sendiri sambil mempertahankan kemampuan tim untuk terus menekan lawan.
Pendekatan tersebut memungkinkan Barcelona bermain agresif tanpa kehilangan keseimbangan. Selama kesalahan yang tidak perlu dapat diminimalkan, kebobolan satu gol tidak selalu mengganggu pola permainan mereka.
Tangguh Saat Bermain Tandang
Barcelona juga belum terkalahkan dalam pertandingan tandang musim ini. Ketahanan mental ketika menghadapi atmosfer stadion lawan menjadi salah satu faktor penting dalam konsistensi mereka.
Dalam empat pertandingan kandang, Barcelona telah kebobolan lima gol. Sebaliknya, mereka hanya kemasukan tiga gol dalam empat laga tandang.
Kombinasi kerja keras, kualitas individu dan keberanian menjalankan permainan menjadi alasan Barcelona mampu memulai musim dengan begitu meyakinkan. Delapan kemenangan beruntun memang belum berarti gelar, tetapi angka-angka tersebut memberikan gambaran bahwa start spektakuler ini memiliki fondasi permainan yang jelas.
Sumber: Barca Blaugranes