Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Berikut daftar harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat, (25/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 September 2026, 10:02 WIB
Karyawan menunjukkan kepingan emas yang dijual di Galeri 24, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Harga emas hasil produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam kini turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 951 per gram pada perdagangan, Selasa (15/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali anjlok pada perdagangan hari ini, Jumat (25/9/2026). Harga emas Antam hari ini turun Rp 15.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas hari ini dibanderol Rp 2.590.000 per gram, merosot dari posisi sebelumnya di level Rp 2.605.000 per gram. Dengan demikian, harga emas Antam hari ini merosot Rp 40.000 dalam dua hari.

Penurunan juga dialami harga buyback (beli kembali) emas Antam, bahkan penurunannya tercatat lebih besar. Harga buyback emas Antam hari ini merosot Rp 25.000 menjadi Rp 2.415.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga jual emas Antam kepada konsumen.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar.

Rincian Harga Emas Antam Jumat (24/9/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.345.500
  • 1 gram: Rp 2.590.000
  • 2 gram: Rp 5.130.000
  • 3 gram: Rp 7.677.000
  • 5 gram: Rp 12.765.000
  • 10 gram: Rp 25.450.000
  • 25 gram: Rp 63.460.000
  • 50 gram: Rp 126.755.000
  • 100 gram: Rp 253.360.000
  • 250 gram: Rp 633.090.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.265.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.530.600.000 (pre-order)

Mengingat harga emas yang dinamis, investor dan masyarakat yang hendak bertransaksi disarankan untuk selalu memeriksa pembaruan harga terbaru secara berkala.

Harga Emas Dunia

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Sebelumnya, harga emas melemah pada perdagangan Kamis, 24 September 2026 waktu setempat. Pergerakan harga emas dunia ini dipengaruhi rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan Purchasing Manager’s Index (PMI).

Mengutip Vietnam.vn, Jumat (25/9/2026), harga emas spot turun US$ 30 menjadi US$ 4.263 per ons. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman November 2026 diperdagangkan di kisaran US$ 4.297 per ons.

Sementara itu, berdasarkan Departemen Tenaga Kerja S, jumlah klaim awal tunjangan pengangguran (yang disesuaikan secara musiman) turun menjadi 197.000, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 201.000. Angka minggu lalu direvisi sedikit naik menjadi 198.000.

Inflasi yang persisten dan pasar tenaga kerja yang relatif kuat memperkuat harapan kalau the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan nilai tukar dolar AS. Hal itu memberi tekanan ke harga emas.

Sebelumnya, harga emas sempat tertekan setelah AS merilis data PMI September yang lebih baik dari perkiraan. Angka awal PMI gabungan (composite PMI) September naik menjadi 58,4 poin dari 56 poin pada Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2021. PMI manufaktur naik dari 53,9 menjadi 57 poin. Sementara itu, PMI jasa naik dari 56,5 menjadi 58,7 poin.

 

Harga Minyak

Di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Inggris, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Tampak dalam foto, seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Dalam survei PMI tersebut, indeks biaya input naik menjadi 66,4 poin dari 59,9 poin pada bulan sebelumnya, level tertinggi sejak Oktober 2022. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran akan inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar kalau The Fed akan terus menaikkan suku bunga pada Oktober.

Pasar telah memperhitungkan probabilitas sebesar 70,9% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Oktober, naik dari sekitar 53% sebelumnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun sempat naik ke angka 5,106%, level tertinggi sejak tahun 2007. Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun juga mendekati level 4,9%. Dolar AS menguat terhadap euro, poundsterling Inggris, yen Jepang, dan dolar Kanada (CAD), yang semakin menambah tekanan pada harga emas.

Harga minyak mentah Brent sempat melampaui US$ 103 per barel, sementara minyak mentah WTI diperdagangkan di kisaran US$ 92,6 per barel. Perkembangan situasi di Selat Hormuz dan ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran pasar mengenai pasokan energi, terutama di tengah ketatnya pasokan bahan bakar diesel.

Prediksi Harga Emas

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay menuturkan, harga emas masih berada di bawah tekanan akibat suku bunga tinggi. Namun, permintaan investasi tetap stabil dan menunjukkan tanda-tanda peningkatan di kalangan banyak kelompok investor.

Menurut TD Securities hubungan tradisional antara harga emas dan suku bunga riil telah melemah. Secara historis, emas mampu mengalami kenaikan nilai seiring dengan kenaikan imbal hasil riil ketika risiko makroekonomi lainnya mendominasi sentimen pasar. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan geopolitik, berkurangnya ketergantungan pada dolar AS, kekhawatiran akan devaluasi mata uang, memburuknya kondisi fiskal, dan inflasi yang terus berlanjut terus mendukung permintaan emas sebagai instrumen investasi.

Pasar saat ini mencerminkan kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi. TD Securities meyakini ekspektasi kenaikan suku bunga juga membuka peluang bagi kenaikan harga emas. Hal ini dikarenakan jika The Fed tidak menaikkan suku bunga seagresif perkiraan pasar, ekspektasi kebijakan moneter dapat disesuaikan dengan cara yang mendukung logam mulia tersebut.

 

Arus Masuk Dana ke ETF

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Arus masuk dana ke ETF emas juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan. TD Securities memperkirakan bahwa ETF emas global telah mengakumulasi sekitar 6,3 juta ons sejak bulan Juli.

Permintaan ini tetap kuat bahkan saat The Fed kembali melanjutkan tren pengetatan moneter, yang mengindikasikan daya tarik emas didukung oleh faktor-faktor di luar suku bunga.

TD Securities meyakini meskipun The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, arus investasi jangka panjang dapat membantu emas bertahan di tengah suku bunga tinggi. Bank tersebut memperkirakan harga emas akan melampaui US$ 5.000 per ons pada 2027.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya